Mohon tunggu...
Wen Simahgoda
Wen Simahgoda Mohon Tunggu... gayo takengon

Mengilmui Diri : Jangan Lupa Menjadi Manusia

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Poin Masih "Debutan", Semangat Mulai Goyah, Gawat...

5 Maret 2019   23:01 Diperbarui: 5 Maret 2019   23:36 50 6 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Poin Masih "Debutan", Semangat Mulai Goyah, Gawat...
Dokpri; masa kuliah moment KPM di Kotacane Aceh Tenggara

Bagaimana tidak, transisi saya dari "debutan" menuju "junior" yang angka 501 itu semakin terasa sulit saja. Ini mungkin dilatari oleh ilmu yang dangkal, kemiskinan ide, dan bahkan memang kebiasaan malas atau mungkin waktu dan kesempatan yang belum bekerjasama. Intinya betul-betul terasa sulitnya  menjadi penulis yang produktif.

Belum lagi keinginan beriring harapan semoga centang biru tercapai, yang mungkin menjadi sebuah tolak ukur marwah juga di dunia kompasiana. Namun apa daya, di artikel-artikel saya terakhir sepertinya perolehan poin semakin menurun saja. Untuk sementara lebih memilih sadar diri saja dengan kemampuan yang ada.

Heran dan terkagum tentu ada khususnya kepada penulis-penulis handal di kompasiana. Kok bisa senantiasa menghadirkan artikel segar setiap harinya?. Mungkin orang-orang seperti ini siang-malam didepan monitornya ya, atau bersama gadgetnya. Pokoknya salut dan apresiasi  sedalam-dalamnya bagi kompasianer model begini. Untuk kompasianer pemula juga saya apresiasi especially debutan-debutan itu yang sayapun didalamnya bro.

Kedepannya hanya bisa berikhtiar untuk menghadirkan tulisan yang lebih edukatif, tidak hanya menebar isu dan info semata. Mencoba menulis hal-hal yang juga dapat bermanfaat untuk diri sendiri plus untuk orang lain. Dilain hal tidak terlalu tertarik juga sebetulnya menghadirkan tulisan yang cantik di judulnya saja, sementara isinya kacau-balau.

Untuk sobat-sobat kompasianer yang senasib dengan saya, bersabarlah... kali ini saya hanya mampu beri semangat. Sebaiknya jangan mundur dari dunia menulis, alasannya karena menulis juga adalah upaya untuk mengintropeksi diri atau kalau dalam bahasa saya sering saya sebut mengenal diri. Hal ini kan sangat besar dampaknya bagi kita. Dan menurut hemat saya menulis itu tujuannya adalah agar orang lain merasakan manfaat yang kita bagi. Untuk kita bermanfaat untuk orang lain juga demikian sehingga kesempatan menulis ini tidak hanya upaya kosong belaka melainkan ada hal-hal esensial menyangkut kehidupan kita saat ini, esok dan dimasa yang akan datang. Mari kita pastikan tulisan kita bermuatan manfaat. semoga!

VIDEO PILIHAN