Mohon tunggu...
Radensyah
Radensyah Mohon Tunggu...

Mengilmui Diri : Jangan Lupa Menjadi Manusia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Manusia Sibuk dengan "Hari"

13 Januari 2019   12:30 Diperbarui: 13 Januari 2019   13:17 0 1 0 Mohon Tunggu...
Manusia Sibuk dengan "Hari"
dokpri

Di indonesia, dalam sudut pandang peringatan hari, maka "ibu" diperingati harinya pada tanggal 22 Desember. Disamping hari ibu, masih banyak lagi hari peringatan lain yakni hari guru, hari jantung, sampai hari televisipun ada. Bahkan menurut daftar hari peringatan, ada hari yang didalamnya banyak hal yang diperingati sekaligus.

Penentuan hari peringatan tentu berdasar pada hal-hal historis yang fundamental dan merujuk pada hal yang esensial, bukan sekedar berkirim kata, ucapan-ucapan manis, berpelukan atau berselfie bersama. Akhir-akhir ini mudah sekali kita memperingati sesuatu tanpa mengilmui terlebih dahulu hal apa yang sedang kita peringati. 

Tanpa hal-hal esensial, Hari peringatan akan menjadi event yang cenderung kepada ikut-ikutan semata, atau sebagai kehebohan dan euforia saja. Dan bahkan maksud memperingati itu sendiri akan berubah menjadi perayaan yang tidak bernilai dan tidak bermanfaat.

Berbicara masalah peringatan, diri kita sendiri juga harus diperingati atau bahkan diingatkan. Penentuan hari peringatan oleh pihak dan siapapun adalah sebuah upaya yang bagus agar kita lebih mudah untuk melaksanakan hal hal positif tentang itu.

Kecenderungan mengingat hal lain tapi tidak memperingati diri adalah sikap dan tindakan yang kurang tepat. Dalam diri kita sendiri sebenarnya ada banyak hal yang harus kita peringati.

Selaku manusia yang mengaku punya Tuhan tentu mengingat pesan-pesan Tuhan adalah hal yang tidak boleh dikesampingkan. Semakin banyaknya muncul didunia ini hari peringatan membuat kita disibukan dengan hal-hal eksternal dari diri kita saja.

Dalam konteks ini, kita harus objektif,  dengan keadaan kemanuisaan kita saat ini, yang masih saling menghina, saling berkelahi, sedikit-sedikit ribut, sombong dan sebagainya maka yang sepatutnya kita ingat adalah hari kematian, hari tua kita, atau bila perlu kita munculkan hari, yakni memperingati hari kiamat.

Kita selaku warga negara indonesia yang masih memiliki banyak persoalan kemanusiaan, seperti tingkah laku buruk, moral, dan keberadapan sebaiknya mengingat hal itu saja. Apa gunanya memperingati hari fulan, hari fulanah, hari ini, hari itu sementara hari kedustaan, hari kedurhakaan, hari kejahilan kita sendiri tidak pernah kita peringati.

Selamat mengingat diri dan menghisab diri sendiri.

VIDEO PILIHAN