Mohon tunggu...
Bagus K. Anand
Bagus K. Anand Mohon Tunggu...

Mahasiswa, penikmat kopi, perokok pasif, pecinta reggae, penghobi ngartun, pecinta damai. bagus.k.anand@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Phobia Kenaikan Harga Masyarakat Indonesia

14 Januari 2017   14:37 Diperbarui: 14 Januari 2017   15:06 410 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Phobia Kenaikan Harga Masyarakat Indonesia
Sumber : Indoberita.com

Memasuki tahun 2017, berbagai fenomena aneh bin ajaib tejadi di Indonesia, negeri kita tercintaa. Mulai dari penganiayaan siswa STIP, hingga kenaikan harga yang katanya akan melahirkan reformasi jilid 2. Tak hanya itu, persaingan pilkada Jakarta pun ikut membuat suasana semakin panas, panas dan panas.

Diantara berbagai fenomena aneh tersebut, ada suatu keanehan yang paling aneh diantara keanehan yang lain. Yakni reformasi jilid 2 yang dikarenakan kenaikan harga. Memang saat ini harga-harga apapun sudah mulai membumbung naik, mulai dari bahan bakar minyak, kepengurusan STNK, dan BPKB, hingga kenaikan harga cabe (cabean ?).

Tidak masyarakat Indonesia namanya kalo kenaikan harga diterima dengan lapang dada, legowo, qona’ah oleh semua kalangan. Seakan-akan kenaikan haga sudah menjadi phobia yang tertanam dalam masyarakat Indonesia. Kendati demikian, juga masih banyak kaum-kaum minoritas yang menganggap kenaikan harga adalah anugerah terindah yang diberi oleh Gusti Allah, maupun sesuatu yang dapat memotivasi untuk bekerja lebih giat, tidak bermalas-malasan yang hanya bisa protes dan menerima nasib.

Yang harus diperhatikan, ada ancaman reformasi jilid 2 yang digembar-gemborkan oleh Bosnya mahasiswa Indonesia, yakni BEM Seluruh Indonesia. Ancaman itu berawal dari adanya aksi 121 diberbagai titik di seluruh Indonesia, dan yang mana Jokowi tidak mau menemui para mahasiswa. Padahal jika dipikir-pikir, kenapa Jokowi tidak mau menemui para mahasiswa ? Jawabannya simpel, Ora penting !

Yess aktivis mahasiswa selalu ingin tampil sebagai pahlawan yang membela kebenaran, selalu ingin mendapat perhatian dan kasih sayang. Kecuali aktivis mahasiswa yang turut ikut ke jalan untuk reformasi 98. Sangat berbeda dengan reformasi yang katanya akan terjadi kedepan, yakni hanya karena harga bbm, kepengurusan stnk, bpkb, cabe(cabean) naik ! Semoga harga terong tidak ikut naik ya mas !

Mahasiswa seperti itu selalu menamakan dirinya sebagai garda terdepan masyarakat, tapi faktanya, garda terdepan partai politik ! Uasuwok !

Kenaikan harga adalah kekagetan belaka, setelah terbiasa, no problem, masyarakat Indonesia sejatinya sudah mempan, makan nasi aking pun tak masalah, makan nasi jagung pun juga tak masalah ! Bahkan makan teman pun juga tak masalah, heheheu !

Kenaikan harga adalah anugerah dari Gusti Allah, karena dari kenaikan harga itulah kita bisa belajar syukur, atau malah menjadi kufur. Tidak seperti para aktivis pejuang reformasi jilid 2, dari kenaikan harga, kita bisa menjadi kaya, atau malah sengsara. Hahahaha !

Ada suatu perkataan bahasa Jawa (unen-unen), Sing penting yakin (Yang penting yakin) ! Nggeh, yang penting yakin bahwa esok Kita bisa makan, bisa minum, jangan dulu berpikir menjadi anggota dewan !

Ketika harga membumbung tinggi,

Aku tak akan merasa mati,

Memang seperti merobek hati,

Tapi ini juga demi terbangunnya Ibu Pertiwi

Salam !
Kudus, 14 Januari 2017

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x