Rachmah Dewi
Rachmah Dewi Content Author

DEW. Moeslems. Media Worker. Author soon to-be. I'm write based on my experience. Email: dhewieyess75@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Dunia Instagram: Eksis Nomor Satu, Malu Nomor Kesekian Ribu

21 April 2017   13:25 Diperbarui: 22 April 2017   12:33 1319 21 14
Dunia Instagram: Eksis Nomor Satu, Malu Nomor Kesekian Ribu
Sumber gambar: youtube Gandu Gamer ki

Katanya, ide menulis itu lahir dari keresahan dan kegalauan hati. Pasti kalian kenal dengan penulis buku Raditya Dika, kebanyakkan ide menulis dari Raditya Dika ini adalah lahir dari kegalauan dan keresahan hatinya karena, begitu menurut info yang pernah saya baca.

Karena saya adalah salah satu anak muda pengamat dunia sosial media, lebih tepatnya suka mengamati sosial media instagram, maka kegelisahan saya muncul dari postingan-postingan instagram yang sering saya lihat.

Sekarang karena kemajuan zaman dan perkembangan dunia digital, semua dari berbagai kalangan dan usia bebas memposting foto apa saja di instagram. Kalau saya perhatikan, range usia pengguna instagram yang aktif dan giat memposting fotonya ini adalah usia 15-35 tahun.

Sah-sah saja seseorang mempunyai akun sosial media instagram. Sungguh tidak ada yang melarang. Tapi, yang saya membuat saya gelisah ini adalah, banyak sekali remaja usia sekolah menegah atas yang sudah tidak malu-malu lagi memposting foto dirinya bersama kekasihnya yang menurut saya sudah diluar batas wajar.

Saya pernah remaja (sampe sekarang juga masih remaja kok hahaha) maksudnya, saya pernah ada di usia pelajar putih abu-abu. Memang usia-usia 15-17 tahun adalah masa-masa seseorang mencari jati diri, menunjukkan eksistensi diri. Kenapa saya bilang banyak remaja yang notabene-nya masih ada di usia pelajar putih abu-abu itu memposting foto yang sudah lewat batas wajar ini? Memposting foto seperti apa yang saya maksud? Di artikel ini saya akan lampirkan satu foto dari sebuah akun yang di mana pemilik akun tersebut masih berusia 17 tahun.

Di akun yang sudah mempunyai follower lebih dari 50.000 ini, Tira (bukan nama sebenarnya) banyak mengupload foto bersama kekasihnya, dan dengan bangganya dia memamerkan kemesraan bersama lelaki yang masih berstatus pacarnya tersebut.

foto salah satu remaja di instagram yang mulai kelewatan batas menurut saya lho ya hehee | Sumber: dokumen pribadi
foto salah satu remaja di instagram yang mulai kelewatan batas menurut saya lho ya hehee | Sumber: dokumen pribadi

Ya tentu, fenomena remaja yang memposting foto “kelewatan” mesra dengan kekasihnya bukan barang baru di dunia instagram. Sejenak pasti kita ingat dengan nama Awkarin. Yang dulu, sejak berpacaran dengan lelaki yang bernama Gaga, Awkarin banyak memposting foto-foto yang kelewatan mesra menurut saya. Tak hanya sekadar pelukan, pegangan tangan, bahkan berciuman bibir pun kerap kali dia posting di sosial media instagram.

Ya memang, bukan urusan saya! Lagi-lagi terserah pada kalian pemilik akun yang sudah punya akun di instagram. Ya tapi kok ya, menurut saya postingan dengan mengumbar kemesraan dengan kekasihnya (yang belum tentu jadi istri atau suaminya) dan terutama fenomena ini banyak terjadi pada usia pelajar putih abu-abu terlalu kelewatan batas wajar.

Wahai adik-adik pelajar SMA atau SMP yang masih suka posting foto yang kelewatan mesra dengan kekasihnya, bagaimana reaksi jika kedua orangtua kalian melihat foto kalian di instagram dengan kondisi kalian tengah bermesraan atau bahkan berciuman bibir dengan kekasih kalian? Saya yakin, hati orangtua kalian akan sakit melihatnya.

Karena apa? Sayang banget, dik, kalau akun instagram mu dinodai oleh postingan yang seperti itu. Terlebih lagi, hati saya dibuat miris dengan melihat caption di instagram, yang isinya dengan bangganya banyak yang menomorsatukan kekasih mereka dibandingkan kedua orangtua mereka sendiri. Saya pernah membaca caption yang isinya kurang lebih seperti ini: “Thankyou for everything love! Kamu itu sumber semangat aku. Kamulah sumber inspirasiku, kamulah penyemangat tiada akhirku, kamulah sumber kekuatanku, bla.. bla.. bla…”

Lalu setelah membaca caption seperti itu, dalam hati saya jadi mikir sendiri “lah, jadi sumber semangatnya itu pacarnya? Sumber kekuatan itu dari pacarnya? Lalu orangtuanya gimana? Bukan menjadi sumber penyemangat atau sumber kekuatan?”

Miris tidak? Yang bisa jawab ya hati masing-masing aja sih. Hehehe

Dan secara gak langsung apa yang sering kita lihat akan memengaruhi pribadi serta pikiran kita lho. Maka dari itu, follow akun-akun instagram yang bermanfaat, yang memberikan banyak edukasi, dan motivasi untuk menjadikan diri berbenah menjadi pribadi yang baik. Ya kalau yang dijadikan role model bagi anak-anak muda (anak-anak yang masih usia belasan tahun) adalah Awkarin, saya tidak bisa menebak bagaimana nasib mereka kedepannya.

Dan mungkin ada beberapa etika di instagram yang harus diperhatikan oleh para penggunanya:

  • Jangan terlalu sering foto selfie

Tujuan mengupload foto di instagram adalah untuk berbagi kepada sesama followers, bukan sebagai galeri pribadi wajah sendiri. Mungkin memang ada, followers kita yang mau melihat wajah kita, namun jangan terus-terusan kita membombardir wajah kita dengan foto selfie kita yang kita posting di instagram.

  • Jangan menggunakan akun pribadi untuk berjualan

Nah, jika kalian punya usaha atau bisnis online shop, maka sebaiknya kalian memposting foto-foto dagangan di akun khusus online shop kalian, jangan di akun pribadi. Walaupun akun jualan kalian hanya baru memiliki puluhan followers. Percayalah jika jualan kalian menarik, pertumbuhan follower akun online shop akan naik secara alamiah.

  • Hindari memfoto kejelekan teman

Apabila ada foto teman yang menurut kalian lucu banget, terus dengan seenaknya kalian memposting foto teman kalian tersebut, tolong pikirkan lagi dampaknya. Karena gak semua yang kita anggap lucu, akan lucu juga bagi orang lain. Jangan memfoto kejelekan teman, hargai teman kalian karena gak semua yang kita anggap lucu, kita bisa bebas mempostingnya di instagram.

  • Hindari memberikan komen yang kasar terhadap foto-foto artis

Yang terakhir ini penting banget. kenapa saya bilang penting pake banget? ya, karena kualitas bicaramu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. bicaralah yang baik-baik, kalau tidak bisa, yaudah diam aja. bukan hanya terkait postingan gambar anak-anak remaja bersama kekasihnya yang menurut saya sudah kelewat batas, yang begitu meresahkan saya adalah komen-komen dari netizen terhadap akun-akun artis yang cenderung sarkastik, bersifat bully, dan berisi kata hujatan  atau dalam bahasa gaulnya "nyinyir." pertanyaan saya, "buat apa sih kita yang notabene-nya masyarakat biasa ini ikut turut campur mengurusi kehidupan artis di luar sana? akhir-akhir ini di dunia instagram lagi heboh-hebohnya netizen "membully" artis Dian Sastrowardoyo, di mana dalam akun instagram asli milik Dian Sastro (@therealdisastr) itu, netizen mem-bully Dian---sapaan akrab Dian Sastro karena Dian yang menolak diajak foto dan salaman oleh para fans-nya.

di akun asli milik Dian itu, netizen beramai-ramai komen dengan nada yang sinis, dan sarkastik, yang saya ingat begini "Mbak Dian kok gak mau sih cuma salaman sama penggemar, tapi giliran dicium sama Nicholas Saputra kok mau? sombong banget sih dasar gila!." dan lain-lain sebagainya. menurut saya, hai netizen kalian kan tidak tahu penyebab yang sebenarnya di lapangan seperti apa sampai Mba Dian Sastro tidak mau melayani foto dan bersalaman dengan fans-nya. mungkin saja saat itu memang Mba Dian ada keperluan dan halangan yang menyebabkan dia tidak bisa melayani permintaan foto dan permintaan untuk salaman dengan fans-nya. coba jangan mudah terprovokasi oleh akun-akun negatif yang mengotori pikiran kalian, para netizen. 

akun instagram Dian Sastro yang banyak dikomen oleh netizen | Sumber: instagram Dian Sastro
akun instagram Dian Sastro yang banyak dikomen oleh netizen | Sumber: instagram Dian Sastro

***

Yuk adik-adik yang masih berstatus pelajar SMP atau SMA, jangan kelewatan batas dalam memposting foto di instagram kalian. Mungkin dampaknya belum terasa bagi kalian dalam waktu dekat ini, tapi foto yang kalian upload itu akan abadi, bagaimana jika anak-anak kalian nanti yang melihat kelakukan ibu atau bapaknya dengan memposting foto tidak senonoh? Tentu mereka akan sangat malu, bukan? ada yang jauh lebih penting yang harus kalian nomorsatukan, yaitu pendidikan serta bakti kalian terhadap kedua orang tua kalian.

Mau eksis boleh, tapi harus eksis yang mengarah kepada arah yang positif. Berprestasilah sebanyak-banyaknya di usia muda, usia remaja. Jangan nodai masa remaja kalian dengan postingan-postingan foto di instagram yang gak ada manfaatnya. Saya berharap, semoga makin banyak remaja yang berprestasi dan bukan remaja yang hanya menunjukkan eksistensi diri dengan berperilaku aneh di sana sini. (DEW)

Selamat Hari Kartini bagi para perempuan-perempuan Indonesia! jadilah kaum perempuan yang menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kalian!