Mohon tunggu...
Rach Alida Bahaweres
Rach Alida Bahaweres Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis, Blogger

Jurnalis dan Blogger Suka menulis di www.lidbahaweres.com

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Cara Mudah Hemat Energi di Rumah

24 Oktober 2021   16:45 Diperbarui: 24 Oktober 2021   16:47 360
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak awal komitmen saya untuk berusaha hemat energi. Dan ini saya sampaikan di keluargaku sejak dini. Saya seringkali kesal karena air kerap kali mengalir padahal ember yang menampung air. Bahkan saya sempat membuat tulisan 'matikan air setelah digunakan' dan saya tempel di dinding kamar mandi. Tujuannya untuk mengingatkan agar anggota keluarga yang menggunakan air bisa matikan air setelah gunakan. Bahkan kalau gunakan air pun untuk keperluan sehari-hari, saya tak mau air mengalir deras sampai tumpah ruah hanya karena air di rumah tersedia berlimpah.

"Ummi, kenapa sih kita harus hemat energi?," kata anak saya, Ayyas. Waktu itu usianya masih 7 tahun. Pertanyaan itu dia ajukan karena seringkali saya menyampaikan untuk hemat energi dan saya pun memberikan contoh. Tapi saya lupa kalau saya belum sampaikan kepada dia mengapa harus hemat energi.

Saya katakan ke dia, salah satu alasan mengapa kita harus hemat energi karena dengan hemat energi bisa menghemat juga pengeluaran sehari-hari. Misalnya jika uang untuk bayar listrik hanya Rp 200 ribu, tentunya lebih baik daripada harus bayar listrik hingga Rp 500 ribu karena pengeluaran listrik yang tak menentu. "Uangnya bisa untuk membeli keperluan lainnya, dek," katanya.

Hemat energi juga berarti merupakan perilaku ramah lingkungan. Hal ini tentunya bermanfaat bagi generasi penerus sehingga dapat selalu berada dalam lingkungan alam yang sehat dan indah. "Adek mau kan selalu berada di lingkungan yang sehat, hijau dan udara segar?," kata saya ke Ayyas. "Mau, Ummi," katanya. "Nah, kalau kita hemat energi, lingkungan juga akan berdampak baik bagi kehidupan kita sehari-hari," kata saya ke Ayyas.

Hingga suatu hari, air yang biasanya dengan mudah mengalir di rumah tiba-tiba mati mendadak. Saya mencoba menghubungi tukang sumur untuk memperbaiki pompa air agar air bisa mengalir lancar lagi, tapi butuh waktu. Saat momen itu saya berkata kepada Ayyas, "Kalau kita tak menghemat air, lama kelamaan air tak mengalir lancar seperti saat ini. Kita susah buat mandi, susah ke toilet. Karena kita tergantung pada air," kata saya panjang lebar.

Makanya, dengan menghemat energi, diharapkan lingkungan akan tetap terjaga.
Lalu, apa saja yang saya dan keluarga lakukan agar hemat energi ?

Renovasi Rumah dengan Sirkulasi Udara yang Baik

Saat awal membeli rumah, walaupun hanya satu lantai tapi bagian ruang tamu tak ada plafon tapi langsung atap. Hal ini untuk memudahkan sirkulasi udara masuk ke rumah. Hanya saja, di ruang tamu kurang jendela sehingga cahaya yang masuk kurang. Akibatnya, bagian ruang tamu terasa lebih gelap. Saat renovasi rumah, pesan saya ke anak agar rumah wajib desainnya memungkinkan cahaya yang masuk lebih banyak dan sirkulasi udara berjalan baik. Dan ini dilakukan saat merenovasi rumah. Jendela-jendela rumah berukuran besar. Antara ruang tamu di lantai satu terhubung dengan lantai dua tanpa sekat sama sekali. Untuk tempat menjemur baju, atapnya khusus agar cahaya dan udara yang masuk lebih banyak. Bagian belakang di lantai dua tidak full dinding tapi pintu berukuran besar.

Dokpri
Dokpri
Cabut Kabel dari Stok Kontak Saat Tidak Digunakan

Sejak awal seperti yang saya sampaikan kalau saya termasuk agak cerewet juga untuk urusan hemat listrik. Dulu kebiasaan anak setiap isi baterai handphone dilakukan berjam-jam bahkan dibiarkan hingga semalaman. Kebiasaan ini yang saya ubah. Isi baterai harus di cek apa sudah terisi atau tidak dan dilakukan sebelum tidur.

Menyalakan Lampu Seperlunya dan Pakai Lampu LED

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun