Mohon tunggu...
Rafly Audifa Rachman
Rafly Audifa Rachman Mohon Tunggu... Police Officer

Student at Indonesian National Police Academy

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Patroli Roda Dua Satsabhara

8 Oktober 2019   20:55 Diperbarui: 8 Oktober 2019   20:59 0 0 0 Mohon Tunggu...

  • Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 Dunia. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo, jumlah penduduk Indonesia per 30 Juni 2016 sebanyak 257.912.349 jiwa. Hal ini tentu memiliki sisi positif negatif dan, pada sisi positif kita memiliki peluang atau potensi besar untuk mencari sumber daya manusia, namun apabila negara tidak mampu untuk mengelola sumber daya tersebut tentu akan menjadi suatu kerugian. Dengan jumlah penduduk yang padat Indonesia memiliki potensi besar atas gangguan keamanan dan stabilitas perekonomian. Wilayah yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang padat menimbulkan beberapa permasalahan yang cukup kompleks, contohnya seperti kemiskinan dan pengangguran. Pada bulan maret 2017 data jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 27,77 juta jiwa. Rata-rata penduduk miskin ini tidak memiliki lapangan pekerjaan yang tetap, mereka bekerja secara serabutan dengan penghasilan yang sangat minim. Kemiskinan dan pengangguran menjadi suatu hal yang saling berkaitan, pengangguran terjadi karena jumlah yang tidak sebanding antara masyarakat dengan lapangan pekerjaaan yang ada. Masalah pengangguran berdampak bagi banyak hal seperti perekonomian, kesejahteraan hingga kriminalitas.

Masalah pengangguran dan kemiskinan merupakan sesuatu hal yang dapat bepengaruh bagi stabilitas keamanan negara, salah satunya adalah timbulnya tindak  kriminal. Banyak contoh kasus kriminal yang dilakukan oleh masyarakat yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Pada tingkat perekonomian seperti ini masyarakat berpotensi melakukan segala cara demi mendapatkan uang meskipun dengan cara yang salah. Bahkan parahnya, para pelaku kriminal ini tidak segan untuk melukai korban hingga membunuh. 

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran karena dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut dalam pasal 5 ayat 1 UU No.2 tahun 2002 di jelaskan bahwa " Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri." Institusi polri memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menangani kasus kriminal yang sering terjadi di masyarakat. 

Di mulai dari tindakan preemtif, preventif hingga represif. Upaya preemtif sendiri dilakukan sebagai bentuk himbauan atas tindak kriminal yang sering terjadi, kemudian di perkuat dengan adanya tindakan preventif atau pencegahan dari petugas sebagai bentuk antisipasi terjadinya kejahatan. Apabila tindakan preemtif dan preventif tidak di hiraukan oleh pelaku kejahatan maka petugas wajib melakukan tindakan represif atau penindakan.

Banyak sekali contoh tindak kejahatan yang sering terjadi di masyarakat misalnya pencurian, perampokan, pembunuhan, penganiayaan, dan lain sebagainya. Tindak kejahatan seperti ini memiliki motif yang beragam. Dan faktor utama yang mempengaruhinya adalah perekonomian.

Contoh kasus yang paling sering terjadi adalah pencurian. Berdasarkan Kitab Undang -- Undang Hukum Pidana , Tindak pidana pencurian di dalam KUHP diatur di dalam Pasal 362 (pencurian biasa), Pasal 363 (pencurian dengan pemberatan), Pasal 364 (pencurian ringan), dan Pasal 365 (pencurian kendaraan bermotor).

Untuk membagi tugas dan fungsi Kepolisian, institusi Polri memiliki beberapa fungsi operasional yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Salah satu fungsi operasional tersebut adalah fungsi Sabhara. Fungsi Sabhara berada di ranah pencegahan atau preventif. . Upaya pencegahan dilaksanakan melalui kegiatan Turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli). Sabhara memiliki upaya pencegahan terhadap segala bentuk gangguan maupun ancaman kamtibmas. 

Oleh karena itu satuan Sabhara telah menjadi tulang punggung di satuan organisasi tingkat Polres atau sering disebut backbone. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh satuan Sabhara diharapkan mampu menjaga keamanan, ketertiban maupun kenyaman bagi masyarakat khususnya yang berdomisili di wilayah Polres tersebut.

Seperti yang terjadi di Polres Bogor yang setiap hari menerima laporan masuk terkait kejahatan yang meresahkan masyarakat. Padahal telah dilakukan beberapa upaya preemtif maupun preventif dari para petugas Polres Bogor agar kejahatan tersebut dapat terhindar.

Gangguan kamtibmas seperti ini seharusnya dapat dicegah apabila fungsi Sabhara sebagai fungsi preventif dapat optimal dalam melaksanakan tugasnya. Beberapa upaya yang dilakukan oleh satuan sabhara Polres Bogor seperti melakukan patroli secara rutin untuk mencegah aksi curanmor tersebut namun kejahatan tersebut masih saja terjadi. Aksi curanmor biasanya dilakukan pada waktu dan tempat -- tempat tertentu. Para pelaku curanmor seperti telah mengetahui waktu -- waktu yang aman untuk melakukan aksinya.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh satuan Sabhara Polres Bogor adalah melalui kegiatan patroli kendaraan bermotor roda dua. Kegiatan patroli kendaraan roda dua adalah suatu kegiatan Kepolisian yang dilakukan oleh anggota Polri sebagai usaha untuk mencegah bertemunya niat dan kesempatan  dengan cara mendatangi, menjelajahi, mengamati, mengawasi dan memperhatikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan segala bentuk gangguan kamtibmas yang dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2