Mohon tunggu...
Qisthi Auladina
Qisthi Auladina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia

Smile makes your life happy

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Mahasiswa UPI Mengenalkan LMS Canvas Pada Guru untuk Membantu Pembelajaran Daring

25 Juli 2021   14:40 Diperbarui: 25 Juli 2021   15:36 77 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa UPI Mengenalkan LMS Canvas Pada Guru untuk Membantu Pembelajaran Daring
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Mewabahnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia, membuat pemerintah menurunkan kebijakan yang mengharuskan warga nya untuk menjaga jarak dan bekerja dari rumah termasuk juga pendidikan. Sekolah untuk sementara menyelenggarakan pembelajaran untuk siswa-siswanya dilakukan secara daring. 

Menyikapi kondisi bangsa Indonesia saat ini yang tampak belum siap untuk menghadapi perubahan dan tuntutan seperti revolusi industry 4.0 dengan penggunaan teknologi digital termasuk pendidikan, banyak guru yang masih belum melek teknologi dan hanya melakukan pembelajaran yang monoton saja.

Salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yaitu Qisthi Auladina dengan program KKN nya yang dilaksanakan untuk membantu, mengenalkan dan membuat Learning Management System (LMS) Canvas pada tenaga pendidik. Tidak hanya itu Qisthi juga mengajarkan guru cara membuat soal menggunakan Google Form dengan mudah. 

Program ini dilakukan karena pembelajaran dilakukan secara daring untuk mencegah penularan virus Covid-19. Kurangnya keterampilan dan pemahaman guru dalam menggunakan dan mengoperasikan teknologi digital banyak ditemukan di beberapa sekolah, baik itu sekolah daerah perkotaan sampai pedesaa. Seperti yang terjadi juga pada guru kelas 6 MI di salah satu sekolah di daerah Kota Bekasi.

Qisthi membantu dan membuat LMS Canvas untuk membuat courses yang berisikan materi dan evaluasi yang akan diajarkan setiap harinya. Melihat hal tersebut para guru tertarik untuk mencoba membuatnya, karena menurut mereka penggunaan Canvas tersebut dapat memudahkan guru dalam membagikan materi pelajaran sekaligus dengan memberikan penilaian. “Saya baru tahu kalau ada aplikasi pembelajaran seperti ini” ujar guru kelas 6 MI. Kemudian guru tersebut bertanya “Bagaimana caranya untuk mengirimkan file tersebut kepada siswa?” Lalu Qisthi menjelaskan dan mengarahkan cara untuk mengirimkan kepada siswa dan cara siswa untuk membuat akun Canvas tersebut.

Dengan ketertarikan guru dalam memperhatikan dan mempelajari LMS Canvas, Qisthi juga merekomendasikan kepada guru untuk membuat soal pembelajaran untuk ulangan harian maupun untuk tugas harian dengan menggunakan Google Form. Aplikasi ini dapat memudahkan guru dalam membuat soal dan langsung melihat skor yang didapat oleh masing-masing siswa. Tidka hanya itu aplikasi ini juga bisa langsung melihat siapa saja yang mengerjakan tugas yang diberikan. Siswa juga dapat merasakan mudahnya menggunakan google form sebagai media pembelajarannya.

Setelah Qisthi selesai mengajarkan guru menggunakan Canvas dna Google Form, guru kelas 6 membagikan keluhannya dalam pembelajaran selama daring. “Selama pembelajaran daring banyak siswa yang tidak kondusif bahkan sampai banyak yang hanya membaca grup dan tidak membaca atau menonton video pembelajaran yang guru kirim” ujarnya. Mendengar hal tersebut, Qisthi menyarankan guru untuk menggunakan Canvas ini sebagai alternative pembelajaran, selain sebagai pengalama siswa dapat mengenal dan belajar menggunakan aplikasi pembelajaran yang tidak hanya itu-itu saja. Setelah mendapat pengetahuan dan pengalaman baru yang diajarkan oleh Qisthi terkait teknologi dalam pembelajaran., guru-guru menjadi senang dalam mempersiapkan pembelajaran untuk tahun ajaran baru.

Dengan kondisi sekarang ini guru dituntut untu menggunakan teknologi digital sebagai kebutuhan primer dalam pembelajaran. Sehingga Qisthi berpendapat bahwa dalam pembelajaran daring dapat meningkatkan pengetahuan teknologi pada guru dan siswa. Guru menjadi contoh dalam pengunaan teknologi informasi di sekolah. Maka dari itu guru harus mau belajar dan terus meningkatkan kemampuannya dalam penggunaan teknologi.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN