Mohon tunggu...
Putri NurPratiwi
Putri NurPratiwi Mohon Tunggu... Mahasiswa KPI UIN Bandung

Seorang mahasiswa yang sedang berjuang

Selanjutnya

Tutup

Transportasi

Melancong di Kota Paris Van Java dengan Grab

3 Desember 2019   19:20 Diperbarui: 5 Desember 2019   12:49 0 1 0 Mohon Tunggu...
Melancong di Kota Paris Van Java dengan Grab
img-20191203-190308-5de656b9097f36565b244fe2.jpg

Perkembangan kehidupan di era milenial semakin terus maju tanpa bisa di hentikan. Tidak terlepas teknologi pun terkena dampak dari kemajuan perkembangan di era milenial ini. Hampir setiap orang mempunyai android. berbagai hal kita bisa dapatkan dengan cara klik google play dan download semua aplikasi yang kita inginkan. Dari kebutuhan pribadi sampai kejutan untuk orang lain.

Liburan pun kini tidak perlu repot dan bingung, kita bisa kemana saja dengan menggunakan aplikasi transportasi yang kini sudah banyak dikenal, salah satu perusahaan transportasi tersebut yaitu Grab. Dan aku pun pernah mengalami momen itu dengan Grab.

Bandung si kota kembang menjadi tempat tinggal kedua ku saat ini setelah Cirebon kota lahirku. Tahun 2018 ku mulai menetapi dan memulai perjuangan ku menjadi Mahasiswa di Ibu kota Jawa Barat. Aku tinggal di sebuah pondok khusus mahasiswa yang kebetulan hampir semua santrinya adalah Mahasiswa UIN Bandung. Waktu libur sering kuhabiskan hanya di pondok saja, aku jarang sekali keluar pondok untuk pergi ke suatu tempat wisata.

aku mempunyai teman dekat di kampus yang kebetulan mereka adalah orang yang hampir sama karakternya,  jadi kami merasa saling nyambung, mereka sangat care dan perhatian dengan ku, ketika aku bercerita panjang lebar tentang kebosananku dalam kegiatan kampus dan pondok,  mereka berdua langsung mengajak aku pergi ke jatos yaitu salah satu mall yang ada di  Sumedang. Tetapi aku sempat bimbang, karena aku mempunyai kebiasaan buruk yang susah dihilangkan, aku suka pusing ketika mencium bau mobil yang tanpa AC. Namun mereka hanya tersenyum mendengar alasan konyol ku dan mereka mereka berusaha meyakinkan ku dengan solusi yang mereka bilang "kita ke Jatosnya naik Grab aja", aku bingung apa itu Grab? Karena pada saat itu aku adalah mahasiswa cupu, yang tidak tahu banyak tentang aplikasi.

Setelah lama berbincang mengenai penjelasan apa itu Grab, lalu aku mengiyakannya. Tapi sempat ku ragu karena di benakku menggunakan Grab pasti sangat mahal ongkosnya, sedangkan uang yang ku bawa pas-pasan, lalu untuk menghilangkan keraguanku aku bertanya kepada mereka perihal ongkos, lalu temenku menjawab "38.000", aku pun merasa lega karena dengan harga segitu termasuk murah ditambah lagi kita bertiga jadi bisa patungan, dan dengan penggunaanya yang nyaman dan tidak menunggu lama. Sejak itulah aku mulai suka menggunakan Grab.

Selain pengalaman pertama ku, aku pun punya pengalamin asyik bersama keluargaku yaitu ketika keluarga ku datang menjenguk ke Bandung, mereka meminta jalan-jalan keliling Bandung, tapi bapak agak tidak setuju, karena bapak sendiri bingung dengan arah jalannya, walaupun ada JPS tapi tetap saja arah jalan Bandung ribet. Kemudian aku tawarkan untuk menggunakan aplikasi Grab dengan segala penjelasannya, kemudian keluarga ku menyetujuinnya dan langsung memesan Grab ke arah Lembang, karena di Lembang banyak wisata-wisata yang bagus dan juga tempatnya saling berdekatan. Kami menikmati perjalanan dengan santai, nyaman dan penuh kehangatan, terlebih driver Grabnya sangat ramah, sehingga perjalanan kami semakin menikmati.

Dan setelah kami mengunjungi tempat wisata di Lembang, kami pun lanjut mengunjungi tempat-tempat di kota Bandung dengan kembali memesan Grab, sasaran kami diantaranya ke alun-alun kota Bandung, museum Asia Afrika, museum Geologi, dan terahir kami mampir ke tempat pembelajaan di Pasar Baru . Setelah semuanya selesai di kunjungi, kemudian kami kembali memesan Grab untuk mengantarkan kami pulang ke pondok kembali. Dan kami akhirnya sampai di tempat dengan selamat dan bahagia. Thank you Grab sudah menjadi bagian cerita ku...





VIDEO PILIHAN