Mohon tunggu...
Emy Putri Alfiyah
Emy Putri Alfiyah Mohon Tunggu... So many thing in the world

Pecandu kata

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Peran Anak Muda Milenial, Menilik Lagu "Tersimpan di Hati" Karya Eka Gustiwana

16 September 2020   22:38 Diperbarui: 16 September 2020   22:48 18 3 1 Mohon Tunggu...

Dunia anak muda milenial baru-baru ini selalu menjadi sorotan publik. Dunia milenial yang berisi tentang anak muda yang berkolaborasi dengan dunia, cara dan pemikirannya. 

Sebagai anak muda tentu bukan hanya tentang darah muda yang masih rentan dengan pengaruh luar yang kadang kala dikonotasikan negatif. Padahal mereka adalah satu tombak untuk menggiatkan budaya yang kian lama terkikis oleh kemajuan zaman. 

Ironisnya, budaya sendiri lambat laun melemah dan terlupakan, hingga negara diluar sana siap memperebutkan budaya kita yang bahkan masyarakatnya sendiri masih udur-uduran.

Seperti halnya anak kecil, para anak muda milenial ini mempunyai dunianya sendiri yang terkadang masih di pandang sebelah mata oleh orang dewasa. 

Dunia mereka memang masih erat dengan kesenangan,  tentu harusnya kesenangan yang mengarah pada bakat yang perlu terus diasah, diolah dan tidak dibiarkan begitu saja menjadi angan di masa mudanya. Dukungan orang terdekat dan sekitarnya masih menjadi peran utama. 

Namun, pandangan yang kolot tetap melekat pada anak muda yang terlanjur dicap dengan kondisi emosional yang masih labil sehingga hal tersebut sedikit menghambat peran anak muda milenial di tengah masyarakat. 

Para orang dewasa belum menerima kelebihan bakat anak muda yang mumpuni, alih-alih berdalih anak muda itu masih sedikit makan garam  dan minim pengalaman. 

Sangat disayangkan jika para anak muda harus menuruti ambisi konservatif yang bahkan sudah menjadi habit turun-temurun yang entah kapan harus ditolak mentah-mentah. Penolakan ini menyebabkan kepercayaan diri  anak muda harus rela digadaikan.

Anak muda milenial yang dalam kondisi ini  bisa dikatakan sedang mengalami role distance, seperti dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar, karya Soerjono Soekanto, menuliskan bahwa gejala tersebut timbul apabila individu merasa dirimya tidak sesuai untuk melaksanakan perannya, sehingga ia tidak menggunakan perannya sebagaimana mestinya, bahkan ia menyembunyikan dirinya apabila dalam lingkaran sosial yang berbeda. 

Lingkaran sosial atau disebut dengan circle social adalah kelompok sosial  dimana seseorang mendapat tempat serta kesempatan untuk melaksanakan perannya. 

Jika seseorang sebagai anak muda milenial belum mendapatkan perannya atau belum mendapatkan kepercayaan  dalam kehidupan bermasyarakat, untuk mengeksplorasi diri misalnya, maka terjadilah role distance

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x