Mohon tunggu...
Putri DE
Putri DE Mohon Tunggu...

A newbie in writing.

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Dream Job: Googler

22 September 2013   09:20 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:33 198 0 0 Mohon Tunggu...

Suka dengan tv series atau film yang penuh dengan cultural references macam How I Met Your Mother dan Juno? Penasaran dengan bagaimana fun-nya kerja di Googleplex? Kalau ya, maka The Internship bisa jadi wajib untuk ditonton.

Di awal film, di sebuah retoran fine dining kita dipertemukan dengan Billy (Vince Vaughn) dan Nick (Owen Wilson), dua salesman yang sedang menjual jam tangan high-end menggunakan “people skills” yang mereka miliki. Saat mereka merasa hampir berhasil melakukan penjualan, dengan terkejutnya mereka mengetahui jika perusahaan mereka sudah gulung tikar. Kenapa? Karena zaman sekarang, orang-orang tidak butuh jam tangan. Selain untuk prestige dan karena kebiasaan tentunya. Ga percaya? Coba lihat jam berapa sekarang. Pasti anda lihat jam digital di gadget yang sedang dipakai untuk baca Kompasiana saat ini, bukan di jam tangan. Ceritanya Billy dan Nick menjadi jobless, tenggelam dalam persaingan dunia pasca-analog yang semuanya serba digital.

Billy mulai berusaha mencari pekerjaan sales lewat google. Depresi, dia kemudian mencari “jobs for people with no skills”. Kemudian juga terinspirasi mencari “ the best place to work in America”, di mana Google lah jawabannya (at least per 2013 menurut Fortune). Billy mengajak Nick yang sekarang bekerja di toko matras milik iparnya untuk mencoba peruntungan mereka di Google. Nick awalnya menolak karena  posisi yang tersedia bukan untuk pekerjaan tetap. Posisi yang tersedia adalah untuk menjadi Nooglers alias pegawai magang, di mana tim yang menang akan ditawarkan pekerjaan permanen di Google. Mereka pun memulai petualangan mereka di Googleplex, menyelesaikan satu persatu tantangan yang harus diselesaikan para Nooglers, yang ternyata tidak semudah bayangan mereka.

Penuh dengan kata Google di mana-mana –dan konon disponsori oleh Google-, bagi saya The Internship tidak terjebak menjadi sebuah corporate movie. ‘Iklan’ Google di sini juga tidak jadi masalah karena toh memang banyak memakai produk Google, dari search engine, e-mail, Youtube, sampai android phone. Malahan sangat banyak hal yang pasti membuat penonton film ini pasti bermimpi untuk bekerja di Google: mobil kantor autopilot, perosotan di lobby, makanan dan laundry gratis langsung di kantor, micro-kitchen setiap sekian meter, nap pods untuk tidur siang, berbagai fasilitas olahraga, selain karena suasana budaya kerja di Google sendiri.

Meski sama-sama mengenai internet platform company, jangan harap secara kualitas film ini seperti The Social Network yang panen Oscar itu. Film ini murni film hiburan. Film ini sedikit lebih lucu jika dibandingkan film-film Vince Vaugh dan Owen Wilson lainnya, terutama karena  joke dari berbagai modern cultural references bisa menjadi sumber humor yang efektif dan menyegarkan. Plot utama film ini cukup klise: from zero to hero. Format klise ini juga bisa dilihat dari anggota lain dalam tim magang Billy dan Nick, begitu pula dengan tokoh antagonis dan love interest dari Billy.

Dengan berbagai kekurangannya dan status underdog di bioskop, The Internship berhasil menjadi komedi anti depresi yang cukup berhasil. A classic heart-warming from zero-to-hero humor movie. Dan pastinya setelah nonton jadi kepikiran, dream job: Googler.

Btw, kalau penasaran dengan sepersis apa suasana kerja magang di Googleplex yang sebenarnya, bisa cek di artikel ini http://mashable.com/2013/06/09/google-the-internship/

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x