Mohon tunggu...
putri ayusholiha
putri ayusholiha Mohon Tunggu... Mahasiswi

Mengerjakan tugas

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Apakah Cabang-cabang Filsafat Ada Kaitannya dengan Mencari Kebenaran?

13 Maret 2020   06:53 Diperbarui: 13 Maret 2020   06:53 28 0 0 Mohon Tunggu...

Filsafat berasal dari bahasa yunani yang berarti philosophia yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu philo dan shopia. Philo berarti cinta dan shopia berarti kebijaksanaan (yang mecakup pengetahuan, keterampilan, pengalaman, intelegensi). Jadi filsafat berarti mencintai kebijaksanaan. Kita sebagai manusia bukanlah shopos (sang pemilik kebenaran dan kebenaran utuh) melainkan hanya philosophos, sang pecinta kebijaksaan dan pencari kebenaran. Dengan kata lain, philosophos adalah orang yang mencintai kebijaksaan dan mencari kebenarang bukan orang yang sudah memiliki kebijaksaan dan kebenaran secara lengkap.

Ilmu pengetahuan sebagai produk kegiatan berfikir yang merupakan obor peradaban yang dimana manusia menemukan dirinya dan lebih menghayati hidup lebih sempurna. Oleh karena itu, ilmu tidak lepas dari landasan ontology, epistimologi, dan aksiologi.

  • Ontologi berasal dari bahasa yunani, kata ontology dari kata "Ontos" yang berarti "berada (yang ada). Jadi ontologi adalah yang ada tidak terikat pada suatu perwujudan tertentu, ontology membahas  tentang yang ada tentang universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. (inu kencana syafii, pengantar filsafat(bandung:refika aditama, 2004), h. 9.
  • Secara sederhana dapat dikatakan bahaw hal-hal yang sudah berada diluar jangkauan manusia tidak dibahas oleh ilmu karena tidak dapat dibuktikan secara metodologis dan empiris.
  • Epistemologi berasal dari bahasa yunani yang artinya knowlage yaitu pengetahuan. (lihat rodric firth, encylopedia internasional, (phipines: Gloria incorporation, 19720, h. 105). Kata tersebut terdiri dari dua suku kata yaitu logia artinya pengetahuan dan episteme artinya tentang pengetahuan. Jadi dapat dikatakan epistemology merupakan pengetahuan tentang pengetahuan. (harry hamersma, pintu masuk ke dunia filsafat, (Yogyakarta : kanisius, 1992), h. 15). Secara istilah epistemology adalah ilmu yang membahas secara mendalam segenap proses penyusunan pengetahuan yang benar. Landasan dalam tataran epistemology ini adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika. Banyak pendapat pakar tentang metode ilmu pengetahuan, namun penulis hanya memaparkan beberapa metode keilmuan yang tidak jauh beda dengan proses yang ditempuh dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu rangkaian prosedur tertentu dari kenyataan yang tertentu pula. Dalam sejarah filsafat juga dikenal sebagai macam-macam aliran epistemology diantaranya yaitu :

  • Relativisme merupakan suatu aliran atau paham yang mengajarkan bahwa kebenaran itu ada, tetapi kebenaran itu tidak mempunyai sifat mutlak dan kebenaran itu abstrak.
  • Fenomenalisme merupakan teori pengetahuan yang dibatasi oleh fenomena fisik dan fenomena mental
  • Empirisme merupakan sebuah dalil tentang sumber pengetahuan dan sebuah dalil tentang asal mula ide-ide, konsep-konsep atau hal-hal yang universal.
  • Subjektivisme yaitu aliran yang membatasi pengetahuan pada hal-hal objektif yang dapat diketahui dan dirasa.
  • Aksiologi berasal dari kata axio yang berarti bermanfaat dan logos berarti ilmu pengetahuan, ajaran dan teori. Menurut istilah adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang ditinjau dari sudut kefilsafatan. Berkaitan dengan etika, moral, dan estetika maka ilmu itu dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

  • Ilmu bebas nilai secara metafisik ilmu ingin mempelajari alam sedangkan dipihak lain terdapat keinginan agar ilmu mendasarkan pada pernyataan-pernyataan nilai berasal dari agama sehingga timbullah konflik yang bersumber pada penafsir metafisik yang berakumulasi pada pengadilan inkuisisin galileo pada tahun 1633. Dengan tahap berkembangnya ilmu ini berada pada ambang kemajuan karena pikiran manusia tak tertundukkan pada akhirnya ilmu menjadi suatu kekuatan sehingga terjadilah dehumanisasi terhadap seluruh tatanan hidup manusia. Dari pernyataan diatas dapat dipahami bahwa, ilmu yang dibangun atasdasar ontology, epistemology, aksiologi haruslah berlandaskan etika sehingga ilmu itu tidak bebas nilai.
  • Teori tentang nilai pembahasan nilai ini akan dibicarakan tentang nilai sesuatu, nilai perbuatan, nilai situasi dan nilai kondisi. Segala sesuatu kita beri nilai, pada umumnya menggap bahwa nilai adalah pertimbangan tentang penghargaan. Eori ini dibagi menjadi dua yaitu nilai etika dan nilai estetika. Etika termasuk cabang filsafat yang membicarakan perbuatan manusia dan memandang dari sudut baik dan buruk. Nilai etika adalah ukuran perbuatan yang baik yang berlaku secara universal bagi seluruh manusia. Adapaun estetika merupakan nilai-nilai yang berhubungan dengan kreasi seni,dan pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan seni atau kesenian. Dari uraian diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian baik dan buruk  terletak pada mnusia itu sendiri, namun dalam islam penilaian baik dan buruknya selalu mempunyai nilai yang universalyaitu al-qur'an dan hadist.

Sumber :ash-Shadr, Muhammad Baqir. Falsafatunna terhadap berbagai aliran filsafat dunia, cet. VII;Bandung:Mizan,1999., (inu kencana syafii, pengantar filsafat(bandung:refika aditama, 2004), h. 9., . (lihat rodric firth, encylopedia internasional, (phipines: Gloria incorporation, 19720, h. 105)., . (harry hamersma, pintu masuk ke dunia filsafat, (Yogyakarta : kanisius, 1992), h. 15)

VIDEO PILIHAN