Mohon tunggu...
Putri Adilla Rachmasetia
Putri Adilla Rachmasetia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa S1 Akuntansi, Universitas Diponegoro

Mahasiswa Ekonomi yang antusias dan bermotivasi tinggi dengan kemampuan kepemimpinan, inisiatif, dan mencari tantangan baru. Berpengalaman dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Edukasi Product Branding dan Product Marketing untuk Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Tinjomoyo

12 Agustus 2022   22:40 Diperbarui: 13 Agustus 2022   01:02 54 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Semarang, 22/07/2021 -- Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) adalah aktivitas usaha yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha milik perorangan. Perbedaannya dengan usaha besar dapat dilihat dari jumlah kekayaan bersih pelaku usaha dan hasil penjualan tahunan. Bisa dikatakan UMKM apabila memiliki keuntungan dari usahanya sebesar Rp 300 juta, dan memiliki aset atau kekayaan bersih minimal sebanyak Rp 50 juta (di luar aset tanah dan bangunan). Terkadang, keuangan usaha mikro masih tercampur dengan keuangan pribadi pemiliknya.

Terlebih pada saat Indonesia terkena pandemi Covid 19, jumlah pelaku UMKM semakin bertambah dalam arti banyak yang mulai merintis bisnis kecil karena terkena dampak dari Covid 19. UMKM sendiri memiliki beberapa kriteria, yaitu Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah. Di Indonesia sendiri ada beragam bidang UMKM yang memiliki khasnya masing-masing. Contohnya ada UMKM di bidang kuliner, bidang kecantikan, bidang fashion, bidang agribisnis, dan bidang otomotif.

Yang namanya usaha tentu tujuannya adalah untuk memiliki konsumen sebanyak mungkin sehingga dapat mencapai target penjualan dan mendapat keuntungan. Untuk mencapai hal tersebut, seorang pelaku usaha atau yang ingin merintis usaha harus memahami bagaimana strategi penjualan yang baik dalam bisnis. Dalam menawarkan produk kita kepada masyarakat ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu bagaimana membentuk image atau khas produk kita di mata calon konsumen dan bagaimana kita membuat produk kita terlihat menarik untuk dibeli.

Terlebih kelompok UMKM di Kelurahan Tinjomoyo ini memilik potensi yang cukup baik dan sudah beberapa kali memenangkan nominasi kejuaraan di bidang UMKM kuliner, namun kendala mereka adalah mengenai bagaimana menciptakan product branding dan product marketing yang baik dan strategik.

Oleh karena itu, untuk membantu para pelaku UMKM maka Mahasiswa KKN Tim II Undip pada bulan Juli, tepatnya pada 22 Juli 2022 melakukan edukasi secara langsung kepada pelaku UMKM Kelurahan Tinjomoyo di Balai Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Edukasi dilakukan dengan memberikan modul yang di dalamnya terdapat beberapa materi untuk memulai atau merintis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti mengenai Product Branding, Product Marketing beserta perbedaan dan hubungannya, kemudian juga terdapat informasi mengenai Legalitas Usaha bagi UMKM atau Izin Usaha untuk UMKM.

Dibantu dengan Ketua UMKM Kelurahan Tinjomoyo, dan beberapa mahasiswa yang sekaligus juga memberikan edukasi mengenai pasar digital, dengan harapan supaya dapat menjadi bekal bagi para pelaku UMKM sehingga mereka dapat mengembangkan usaha mereka dengan jangkauan yang lebih luas lagi. Bapak/Ibu pelaku UMKM di Kelurahan Tinjomoyo sangat antusias dan merasa cukup terbantu dalam mengikuti edukasi yang diberikan mahasiswa serta merasa senang menerima pemberian modul dan beberapa cenderamata dari mahasiswa.

Program ini sekaligus menjadi salah satu program monodisiplin yang dilaksanakan di Kelurahan Tinjomoyo yang memiliki visi misi pada pemenuhan SDGs tepatnya pada poin 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sebagaimana program yang telah dilaksanakan dengan harapan nantinya para pelaku UMKM dapat berkembang dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga dapat membantu ekonomi mereka.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan