Mohon tunggu...
Putra Selamat Zega
Putra Selamat Zega Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Welcome

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Keluarga Mulai Tidak Harmonis? Berikut 5 Tips Menjaga Hubungan di Dalam Keluarga

23 Desember 2021   14:12 Diperbarui: 23 Desember 2021   17:36 545 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Keharmonisan Keluarga

Keluarga merupakan salah satu tempat pertama kita untuk bisa mengenal dunia. Sebuah tempat sosial dalam lingkup kecil yang membuat sebuah alas bagi kita untuk membentuk diri. Salah satu hal yang sangat penting dan harus diutamakan selama hidup didunia ini adalah menjaga hubungan keluarga, baik dari Ayah atau Ibu, ataupun dengan saudara lainnya. 

Andai kata dalam suatu hubungan keluarga mengalami keretakkan atau konflik yang mengganggu tercipta suatu keharmonisan, maka akan mempengaruhi unsur atau aspek lainnya didalam hidup, misalnya ketika bertemu dengan orang lain, pasti akan selalu teringat permasalahan dirumah yang dapat membuat gagal fokus.

Seorang pakar mengatakan bahwa suatu keharmonisan keluarga ditandai dengan berkurangnya rasa kekecewaan, kekesalan, dan selalu puas dengan kondisi dan keberadaan keluarga tersebut (Gunarsa, 2004). Menjaga suatu keharmonisan didalam sebuah hubungan keluarga akan memberi dampak positif bagi kepribadian setiap anggota keluarga itu, berikut adalah tips bagaimana cara keharmonisan keluarga tetap terjaga.

Memberi rasa hormat. 

Salah tips yang bisa menjaga keharmonisan tidak lenyap didalam suatu keluarga adalah dengan saling menghormati. Rasa hormat yang dimaksud pada bagian ini bukan meninggikan posisi terhadap anggota keluarga lainnya, tetapi memberi perhatian dan selalu sopan serta tetap menjaga etika. Walau begitu banyak yang tidak mempedulikan akan hal ini dan selalu bersikap buruk dengan anggota keluarga lainnya. 

Contohnya seorang ayah memberi nasihat kepada anaknya tetapi dihiraukan, begitu juga dengan kondisi sebaliknya ketika anak ingin bercerita tentang kehidupan sehari-harinya malah orangtua tidak mempedulikan hal tersebut dan Cuma mengatakan "Baik nak", dan seterusnya tanpa ada kata-kata dukungan. 

Hal ini terjadi ketika orangtua dan anak tidak memberi perhatian satu sama lain, masing-masing pihak selalu ingin dimengerti. 

Sang ayah tidak memperhatikan kondisi anaknya ketika memberi nasihat, apakah anak tersebut telah mengalami hari yang buruk sebelumnya atau ada suatu tekanan batin, begitu juga dengan anak yang ingin bercerita dengan orangtua harus memperhatikan kondisi, jika orangtua baru pulang dari kerja sebaiknya menghindari untuk melakukan percakapan atau curhat karena orangtua setelah kerja masih berfokus dengan lelah yang dia dapati. 

Saling memberi perhatian satu sama lain, mengerti dengan situasi dan kondisi, maka ketika anggota keluarga ingin berinteraksi maka kondisi saling menghormati akan tercipta.

Gambaran Keluarga oleh anak
Gambaran Keluarga oleh anak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan