Mohon tunggu...
Puspa Nirmala
Puspa Nirmala Mohon Tunggu... Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Perspektif Orang Madura Mengenai Pernikahan pada Bulan (Syawal)

18 Juni 2021   16:00 Diperbarui: 18 Juni 2021   16:27 78 2 0 Mohon Tunggu...

Agama Islam adalah kepercayaan yang paling banyak dianut oleh warga di Indonesia. Agama islam memberikan jalan dan pedoman bagi umatnya untuk senantiasa taat pada aturan dan agar dapat menjalani hidup dengan baik. Orang Indonesia percaya bahwa apabila melanggar aturan dalam agama islam akan mendapatkan dosa serta ketidakmakuran dalam kehidupan. Bahkan dalam suatu pernikahan bagi orang muslim harus melaksanakan juga bersamaan dengan syariat islam yang berlaku di masyarakat. 

Biasanya agama islam juga mengatur beberapa hal di kehidupan bermasyarakat, kemudian juga ada aturan di dalam suatu pernikahan seperti bentuk, dan waktunya. 

Misalnya jika pernikahan terjadi dengan dua atau daerah yang berbeda pastinya ada percampuran dalam tradisi pernikahannya, maka dari itu harus ada kesepakatan juga dari kedua belah pihak, apakah ingin melaksanakan pernikahan dengan satu adat ataukah dicampur dengan adat lainnya, contoh lainnya adalah khususnya masyarakat islam dianjurkan untuk melaksanakan pernikahan dengan seseorang yang seiman maka dari itu pernikahan tidak bisa dijalankan secara sembarangan dan untuk waktunya sendiri biasanya orang Jawa khususnya Madura memiliki cara sendiri untuk mengetahui waktu mana yang baik bagi di berlakukannya pernikahan. Keunikan ini hanya ada di bulan-bulan tertentu saja, yakni biasanya orang atau masyarakat Madura mempercayai bahwa pernikahan bisa dilaksanakan pada Bulan Besar, Ruwah, Rajab, Jumadil Akhir, dan juga Syawal

Namun kebanyakan orang Madura melaksanakannya di Bulan Besar dan Bulan Syawal. Dalam hal ini masyarakat Madura ketika memilih sebuah bulan sangatlah menjadi prioritas dan dianggap sakral bagi kelangsungan pernikahan. Karena masyarakat Madura juga dikenal sebagai masyarakat yang kental akan adat istiadat budaya dan kepercayaannya yang sangat mendalam.

Masyarakat Madura dalam hal apapun jika sudah membahas mengenai tradisi adat istiadat dengan kepercayaannya maka mereka sangat berhati-hati dalam melakukan segala kegiatan atau aktivitas tersebut. 

Namun ada pula beberapa diantaranya bulan yang dipercayai oleh masyarakat untuk tidak dilaksanakannya pernikahan yakni Bulan Suro, Sapar, Selo dan Jumadil Awal. Maka dari itu harus diperhitungkan secara benar dan tepat agar tidak melaksanakannya di bulan yang salah atau haram dalam syariat islam. Pengertian pernikahan sendiri adalah satu jalan dalam menempuh atau mendapat keridhoan dari Allah SWT. 

Pernikahan juga adalah suatu hal yang harus ditempuh setiap insane untuk melanjutkan keturunannya. Pernikahan adalah hubungan laki-laki dan perempuan yang sudah siap secara lahir batin, dalam melanjutkan jenjang yang lebih tinggi yakni menempuh hidup bersama pasangan yang diikat dengan Ijab Qobul sekali seumur hidup, serta sesuai dengan peraturan yang diwajibkan dalam islam.

Masyarakat Madura sendiri mempercayai Bulan Syawal sebagai bulan yang baik jika melaksanakan sebuah acara hajatan atau pernikahan. Menurut mereka Bulan Syawal adalah bulan yang dipenuhi kebahagiaan bagi sebagian orang yang memiliki niat atau hajat untuk mencapai ke kehidupan yang lebih barokah. 

Bulan Syawal sendiri adalah bulan kesepuluh yang terletak pada penanggalan hijriyah maupun penanggalan Jawa. Syawal sendiri memiliki arti kembalinya fitrah manusia khususnya umat muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Dimana pada bulan ini dianjurkan untuk senantiasa memperkuat dan meningkatkan ibadah dan amalan kepada Allah SWT. Bisa dibilang Bulan Syawal ini meminta kita sebagai umat muslim untuk tetap istiqomah dalam melakukan suatu hal. 

Banyak juga keutamaan lain yang dimiliki Bulan Syawal, yang sayang untuk dilewatkan karena bisa diartikan juga sebagai bulan kemenangan dan penuh berkah, adapula keutamaan lainnya yakni terdapat anjuran untuk berpuasa selama 6 hari yang dianggap seperti puasa setahun penuh, penyempurna amalan yang dilaksanakan di Bulan Ramadhan, Bulan silaturahmi, melanjutkan ibadah sunnah yang lain, dan I'tikaf di masjid.

Salah satu keutaman Bulan Syawal diatas adalah anjuran untuk melaksanakan pernikahan Pernikahan ini bisa dibilang juga salah satu peningkatan dalam beribadah. Ada yang mengatakan bahwa, seseorang yang melaksanakan pernikahan sudah termasuk dalam penyempurnaan separuh ibadahnya, karena bagi umat muslim pernikahan adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN