Mohon tunggu...
Purnawan Kristanto
Purnawan Kristanto Mohon Tunggu...

Purnawan adalah seorang praktisi komunikasi, penulis buku, penggemar fotografi, berkecimpung di kegiatan sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Menulis di blog pribadi http://purnawan.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik

Gaji Anggota DPR Mestinya Tiga Besar Dunia

19 September 2015   02:40 Diperbarui: 19 September 2015   02:55 978 10 8 Mohon Tunggu...

Gaji anggota DPR RI terbesar keempat di dunia. Demikian kata Sekretaris Jenderal Fitra Yenny Soetjipto. Yenny membeberkan, gaji anggota DPR Indonesia per tahun sebesar Rp 800 juta. Angka ini 18 kali lipat dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia per tahun sebesar US$ 3.582. Yenny tidak setuju jika anggota DPR minta naik gaji.

Eiiit...tunggu dulu. Benarkah gaji anggota DPR terlalu besar. Ambillah kalkulator dan mari kita berhitung.

Gaji anggota DPR Rp. 800 juta per tahun atau Rp. 66 juta per bulan. Angkanya memang besar, tapi itu belum dipotong pajak penghasilan 15%. Setelah disunat petugas pajak, gajinya tinggal 56 juta per bulan. Hmmm....masih besar sih.

Tapi jangan lupakan bahwa saat berkampanye, mereka mengeluarkan biaya yang sangat besar. Biaya itu harus kembali dong. Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mengungkapkan bahwa seorang caleg DPR rata-rata harus mengeluarkan dana sebesar Rp1,18 miliar untuk melakukan kampanye agar dapat menduduki kursi legislatif. Angka tersebut taruh kata dicicil setiap bulan selama masa jabatan 5 tahun. Maka mereka harus menyisihkan Rp. 20 juta. Berarti sisanya Rp. 36 juta per bulan.

Kemudian sebagai anggota partai, maka mereka harus menyumbang dana ke partai. Jumlah setorannya berkisar angka Rp. 10 juta. Nah, sekarang gajinya tinggal 26 juta per bulan. Setelah itu, hitung biaya sosial. Misalnya untuk mendanai proposal-proposal yang diajukan oleh para mantan tim sukses dan pendukungnya. Kalau mau terpilih lagi, tentu anggota DPR harus memelihara basis massa. Yah katakanlah dianggarkan Rp. 10 juta. Maka tersisa Rp. 16 juta.

Kebutuhan berikutnya adalah untuk penampilan. Dalam panggung politik, penampilan akan mempengaruhi keberhasilan seorang politisi. Istilah kerennya "dress for succes" Kalau penampilannya pas-pasan maka banyak orang tidak percaya bahwa dia menjadi orang penting. Contohnya menteri agama Lukman Hakim Saifuddin. Saat menunaikan ibadah haji, karena penampilannya sangat sederhana, maka orang-orang mengira bahwa dia adalah seseorang yang mirip menteri agama. Padahal dia sendirilah menteri agama itu. Anggota DPR disebut "anggota dewan yang terhormat" itu bukan tanpa alasan. Agar mereka terhormat, tentu harus berpenampilan layaknya orang yang terhormat.

Nah untuk berpakaian perlente tentu membutuhkan ongkos yang mahal. Arloji yang dikenakan Setya Novanto, misalnya, harganya di atas Rp. 500 juta. Diasumsikan bahwa dalam 5 tahun dia tidak ganti arloji, maka dikeluarkan biaya Rp. 8 juta per tahun. Memang tidak semua anggota DPR mengenakan jam tangan mewah. Ada yang memilih membeli mobil mewah, perhiasan, atau rumah. Jika dipukul rata harganya 500 jutaan berarti gajinya tinggal 8 juta.

Terakhir adalah untuk membiayai anggota keluarga jika mereka melakukan kunjungan. Nurhayati mengaku bahwa anggota DPR membiayai sendiri perjalanan anggota keluarganya untuk mencegah anggota mati di tempat tidur. Taruh kata, perjalanan swadaya ini Rp. 5 juta per bulan. Maka tersisa Rp. 3 juta. Bandingkan dengan UMP DKI Jakarta sebesar Rp. 2,4 juta! Itu artinya anggota DPR kita hanya digaji setara dengan buruh!

Sungguh kasihan mereka. Karena itu gaji anggota DPR harus dinaikkan supaya terbesar ketiga di dunia. Logikanya, Indonesia adalah negara demokrasi dengan jumlah populasi terbesar ketiga di dunia.  Jika dilihat dari jumlah penduduknya, Indonesia memang berada di peringkat keempat di bawah Tiongkok, India, dan AS. Tapi karena Tiongkok bukan negara demokratis, maka peringkat Indonesia naik di peringkat ketiga. Karena itu wajar jika gaji anggota DPR kita yang terbesar ketiga di dunia.

Kalau gaji mereka tidak naik, maka Indonesia berada  dalam marabahaya. Karena gajinya setara UMR, maka bisa jadi tidak ada orang yang berminat menjadi anggota DPR. Ini tidak main-main dan sangat riskan mengingat Indonesia bisa dituduh sebagai negara yang tidak demokratis! Akibatnya, kita punya risiko diserang Amerika Serikat. Masih ingat Afganistan, Irak, dan Lybia? Negara-negara itu diserang Amerika dan antek-anteknya dengan dalih menjadikan negara itu sebagai negara demokratis. Kita tidak mau kan diserang AS karena tidak ada orang yang berminat menjadi anggota DPR? Kita tidak mau kan pemerintah dan anggota DPR menjadi boneka Amerika? Maka naikkanlah gaji anggota dewan yang terhormat itu agar semakin terhormat lagi. Minimal ketiga terbesar sedunia! Laksanakan!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x