Mohon tunggu...
Pulo Siregar
Pulo Siregar Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Advokasi Nasabah

Pegiat Advokasi Nasabah melalui wadah Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN). Pernah bekerja di Bank selama kurang lebih 15 tahun. Penulis buku BEBASKAN UTANGMU. Melayani Konsultasi/Advokasi Nasabah. WA: 081139000996 Email: lembagabantuanmediasi@gmail.com Website: www.medianasabah.com

Selanjutnya

Tutup

Financial

Asset MayBank Hanya 166 Trilyun Kenapa Hotman "Mark Up" Jadi 175 Trilyun?

17 November 2020   11:58 Diperbarui: 17 November 2020   12:20 327
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Channel YouTube Kompas TV

Data Laporan Keuangan Publikasi?

Atau omongan Hotman?

Kalau melihat reputasi Hotman, sebagai salah seorang Pengacara Terhebat di seantero Nusantara, tidak mungkin sembarangan mengeluarkan statement seperti itu sebelum memastikan dulu sumber datanya valid atau tidak.

*****

Sebagai Pegiat Advokasi Nasabah, saya menghimbau supaya pihak MayBank memberikan klarifikasinya. Karena ini bisa dianggap sebagai pembohongan publik.

OJK juga harus turun tangan. Dan informasi ini supaya bisa dianggap sebagai Laporan warga sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.07/2020 Tentang Penyelenggaraan Layanan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan oleh Otoritas Keuangan.

Apalagi jumlah sebesar 9 Trilyun itu bukan jumlah yang sedikit.

Beberapa Bank yang berskala Nasional saja ada yang total Assetnya dikisaran angka 9 Trilyun itu.

Sekali lagi, jumlah sebesar 9 Trilyun itu bukan jumlah yang sedikit. Saya tidak mau memperpanjang efek jumlah sebesar itu, karena bisa sangat sensitif. 

Dari sisi ini saja  sudah mulai terlihat ada indikasi catatan administrasi MayBank amburadul. Dan apabila dikaitkan dengan kasus Nasabah Winda Earl, tanpa bermaksud mendahului hasil pemeriksaan pihak Kepolisian seperti apa,  menjadi tidak heran bisa terjadi seperti itu. paling tidak peluang Pimpinan Cabangnya untuk memainkan data Nasabahnya seperti kasus yang sedang terjadi sekarang ini, karena system administrasi yang  amburadul jadi susah mendeteksi adanya penyalahgunaan data dan atau simpanan Nasabah.

*****

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun