Mohon tunggu...
Pulo Siregar
Pulo Siregar Mohon Tunggu... Wiraswasta

Penggiat Advokasi Nasabah melalui wadah Lembaga Bantuan Mediasi Nasabah (LBMN). Pernah bekerja di Bank selama kurang lebih 15 tahun. Berencana menulis buku yang berkaitan dengan Risiko produk-produk Perbankan. Yang telah terbit sudah 3 buku, yakni: Risiko Kartu Kredit, Risiko Kartu ATM. dan satu lagi buku BEBASKAN UTANGMU 27 Studi Kasus Menyelesaikan Utang Secara legal. (Telah beredar di Toko2 Buku Gramedia seluruh Indonesia)\r\nBagi yang ingin Konsultasi langsung bisa menghubungi:\r\nVia SMS/Whatsapp: 081219699520\r\nVia email: lembagabantuanmediasi@gmail.com Website: www.medianasabah.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

8 Bank Tuntas Dalam Dua Hari (Membantu Nasabah Menyelesaikan Masalahnya 16)

25 November 2011   13:08 Diperbarui: 16 April 2017   07:00 0 1 6 Mohon Tunggu...

Sebelumnya saya pernah memposting tulisan yang saya beri judul: 3Bank Tuntas Dalam Sehari (Membantu Nasabah Menyelesaiakan Masalahnya 14).

Kalau mau baca lagi postingan tersebut silakan kunjungi link ini : http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/10/24/3-bank-tuntas-dalam-sehari-membantu-nasabah-menyelesaikan-masalahnya-14/

***

Saya pikir hanya itu contoh kasus spesifik yang harus kami tanganidalam upaya membantu nasabah menyelesaikan masalahnya, dalam arti diluar hal-hal yang terkait dengan negosiasi dengan pihak Bank.

Ternyata ada lagi yang lebih spesifik, yaitu permintaan untuk menuntaskan permasalahan nasabah di 8 bank selama 2 hari, hal yang membuat saya merasa perlu utk mempostingkasus baru tersebut.

Yang bersangkutanbersikeras untuk menyelesaikan ke 8 bank tersebut dalam 2 hari, berhubung dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya lebih dari 2 hari.

Kalau dia ada di Jakarta mungkin tidak jadi masalah. Ini di Surabaya. Artinya di harus bisa mengatur jadwal keberangkatan maupun kepulangannya sehinggawaktu yang ada bisa efektif semua.

***

Ceritanya, bermula dari email seseorang sebut saja namanya BR yang domisilinya di Surabaya. Isi emailnya diberi judul : SurabayaNeed Help. Sementara itu, isinya sebagaimana berikut ini.


Selamat malam pak...


 Nama saya BR, dari Surabaya,  saya baru saja membaca ulasan bapak di kompasiana.com mengenai cara bapak dan pandangan bapak tentang mengatasi permasalahan Kredit macet.

Terus terang saya kagum dengan cara berfikir, logika dan tindakan bapak.

Terus terang pak, saat ini saya sedang ada rencana untuk mengajukan KPR, tapi saya ada beberapa kredit macet yang saya dapatkan dari penggunaan Kartu Kredit dari beberapa bank (8 bank) yg sudah macet  2 tahun

Saat ini saya berniat untuk melunasi kredit macet saya dengan harapan bahwa proses KPR yang akan saya ajukan dapat di setujui oleh pihak bank.
 Berkenaan dengan hal tersebut ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bapak, diantaranya :

1.Bisakah saya mengetahui total hutang saya pada masing masing bank, mengingat sekarang saya sudah tidak menerima tagihan lagi dari mereka, dan bagaimana caranya ?

2.Apakah bapak berkenan untuk membantu bernegosiasi dengan pihak bank mengenai jumlah hutang yang harus saya bayar agar saya bisa mendapat Surat Lunas dari bank yang bersangkutan, mengingat domisili saya di Surabaya dan kredit macet ini juga terjadi di Surabaya, sedangkan domisili bapak ada di Jakarta.

3.Berapakah biaya untuk 2 hal tersebut diatas...

4.Apakah saya bisa mengkontak bapak secara langsung baik melalui telepon, sms, atau ßßM™


 Terima kasih atas waktu bapak


Besar harapan saya Bapak dapat membantu permasalahan yang sedang saya hadapi
 Selamat malam....

***

Untuk merespons email dari BR tersebutsaya membalasnya sebagai berikut:

Terima kasih pak BR atas kunjungannya ke blog saya di kompasiana. Utk informasi itu baru sebagian masih banyak lagi yg belum sy tulis krn keterbatasan waktu.
 Menjawab pertanyaan2 pak BR:


  1. Bisa. Semua pusat data kartu kredit ada di jakarta. Apalagi yg sudah macet. Ada divisi khusus yg menghandle. Jangankan data yg 2 tahun, data yg udh 10 tahun lebih juga mereka tetap maintain. Bahkan pengalihan dari bank yg sudah tutup.
  2. Selain pusat data, pusat keputusan juga ada di jakarta. Jadi kami bisa bernegosiasi mengenai kartu kredit atau kta yg bermasalah yg ada diseluruh indonesia. Dan oleh karena itulah kami bisa mendapatkan surat lunas pada saat itu juga, sesaat pas udh ada penyetoran uangnya.
  3. Kalau hanya ntuk meminta data terakhirnya biasanya  biaya pengganti transpotnya(kami bilang spt itu krn kami non komersil)  100 ribu rph per bank. Kl mw dilanjut utk bernegosiasi, mendamping pada saat penyetoran dan mendapat surat lunas biaya 150 ribu. Jadi total 250) per satu bank.
     Tapi khusus utk pak BR krn ada 8 bank kl hanya utk minta informasi dulu aja boleh 500 rb aja. Bayarnya nanti setelah semuanya informasinya dapat. Soal mw dilanjutkan ke tahap negosiasi terserah pak BR.

  4. No hp saya 08128208xxxx no pin 2750BE7D


 Demikian pak BR, silakan kl mw dilanjutkan dengan senang hati kami akn siap bantu.

***

Pendek cerita,setelah melakukan komunikasi demi komunikasi baik melalui email maupun bbm, yang bersangkutan memutuskan untuk meminta kami untuk membantunya melakukan mediasi dengan pihak bank. Dan setelah mendapatkan surat kuasa, kamipun langsung follow up ke pihak bank yang jumlah 8 tersebut.

Sebenarnya 9. Tapi 1 tidak kami hitung, karena bisa kami arahkan untuk penyelesaiannya di Surabaya. Jadi untuk yang satu itu, kami anggap bonus, karena hanya sampai ke tingkat mediasi, tidak sampai ke penyetoran.

Kalau mau tahu ke 8 bank tersebut berikut hasil mediasinya,ini rinciannya:

1.ANZdari 5,7 juta jadi 4 Jt

2.CIMB NIAGAdari 6 jtjadi 4 jt

3.DANAMONdari 5,5 jtjadi 4,3 jt

4.BUKOPINdari 5,6 jtjadi 4,1 jt

5.BUMI PUTERAdari19,7 jtjadi 10 jt

6.LIPPOdari 6 jtjadi 4 jt

7.MEGAdari 7 jtjadi 5 jt

8.GEdari11 jtjadi 5 jt


***

Untuk dapat mengejar jadwal yang ditentukan, begitu tiba di Gambir pada pukul 8 pagi (yang bersangkutan naik Kereta Api dari Surabaya) sudah harus langsung berangkat menuju bank yang terdekat . Setelah selesai dari bank terdekat tersebut, dilanjutkan lagi dengan bank yang berdekatan lagi. Demikian seterusnya hingga pada hari itu bisa diselesaikan 5bank.

Dipaksakan 5 bank, supaya besoknya tinggal 3 bank dengan maksudsupaya bisa lebih cepat selesai dan bisa mengejar jadwal KeretaApitujuan Surabaya untuk pulang.

***

Pak Pulo, saya sudah di Kereta api menuju Surabaya. Maaf kita tidak bisa sempat bertemu. Terima kasih atas segala bantuannya.

Demikian kira-kira isi BBMBR tersebut ke saya setelah selesai urusannya dan sudah tenang berada di Kereta Api yang akan membawanya untuk pulang menuju Surabaya.

Maksudnya tidak bisa bertemu, karena yang mendampingi dia untuk melakukan pembayaran-pembayaran ke pihak bank yang 8 tersebut bukan saya, akan tetapi anak buah saya. Dan karena waktunya sangat sempit, tidak ada kesempatan untuk bertemu muka.

Unik ya? Urusan panjang dan serumit itu, bisa diselesaikan dengan tuntas tanpa harus bertemu muka. Mulai dari tahap perkenalan via email, menyampaikan permasalahannya, diskusi mengenai solusi yang memungkinkan untuk ditempuh, tiba pada kesimpulan untuk mempercayakan kami melakukan mediasi dengan pihak bank, mengambil keputusan mengenai hasil mediasi final dengan pihak bank, dan yang terakhir puncaknya yaitu melakukan pembayaran hasil mediasi final tersebut ke masing-masing bank yang konon jumlahnya bukan hanya 1 atau 2 bank, tapi 8 bank! Sekali lagi 8 bank!

***

Catatan :

Pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Kompasiana, karena melalui jalur Kompasiana ini, semakin banyak yang bisa kami bantu untuk keluar dari permasalahannya.

Ada banyak sebenarnya, tapi tidak  mungkin saya tulis satu per satu.

Sekali lagi terima kasih Kompasiana.