Mohon tunggu...
Puja Nor Fajariyah
Puja Nor Fajariyah Mohon Tunggu... Mahasiswa, Aktivis Pelajar Islam Indonesia, Kuligrafis

Suka nulis tapi masih belajar baca~

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas Artikel Utama

Jangan (Pernah) Malu Menjadi Mahasiswa Jurusan PAUD

2 Desember 2020   01:15 Diperbarui: 3 Desember 2020   13:33 254 24 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jangan (Pernah) Malu Menjadi Mahasiswa Jurusan PAUD
Sumber: Pribadi

"Kamu kuliah jurusan apa Puj?"

Mendapatkan pertanyaan dengan jawaban yang mudah seperti ini, barangkali bagi sebagian orang akan mudah sekali untuk mengeluarkan sebuah jawaban. Tapi, tidak untuk aku di posisi sekitar 3 tahun yang lalu. 

Ketika masih berada pada titik awal-awal kuliah, dan saling berkenalan, basa-basi saling bertanya mengenai latar belakang. Lumrah, tentu saja selain nama dan asal dari mana, sudah pasti latar belakang jurusan akan menjadi salah satu pertanyaan yang neko disodorkan. 

Barangkali kamu sudah mengetahui latar belakangku. Benar, aku adalah seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini atau secara general orang-orang bisa mengenal jurusan serupa dengan istilah lainnya seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau PG-PAUD dan lain-lain.

"Jurusan PAUD itu bukan minoritas, tapi eksklusif,"

Apa sih yang akan kamu pikirkan tentangku ketika tahu aku adalah seorang mahasiswa PAUD? Dari yang sudah-sudah, banyak teman berekspektasi tentang diriku adalah seorang perempuan yang ceria, enerjik, kreatif, atau keibuan. Oke, sekarang aku ingin bertanya ke pertanyaan selanjutnya, 

"Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar mengenai jurusan PAUD?" sejauh dari yang sudah aku lakukan dan memang tanyakan ke orang-orang terutama teman-temanku, pasti jawaban mereka adalah jurusan PAUD itu gampang, kerjaannya cuma nyanyi-nyanyi, dan jurusan PAUD masih dianggap sebagai jurusan yang minoritas dan cenderung dijadikan sebagai pilihan kesekian ketika seseorang khususnya perempuan hendak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. 

Jurusan PAUD, juga pasti identik sekali dengan jurusan yang mayoritas peminatnya adalah seorang perempuan. Padahal, tak ada salahnya dengan laki-laki yang masuk ke jurusan PAUD.  

Teman kelasku sendiri awalnya ada 5 anak laki-laki, tapi hingga semester 5 kini tersisa 2 saja. Aku sayangkan, tapi akubaku juga bangga pada 2 orang teman laki-lakiku yang bertahan di jurusan ini itu.

Adanya berbagai fakta seperti ini yang kemudian mendukung dan dijadikan olehku sebagai sebuah pembenaran untuk "Malu" masuk di jurusan ini. Padahal, kalau boleh jujur, pada awalnya aku ingin sekali menjadi seorang mahasiswa jurusan Psikologi, tapi ternyata setelah aku jalani, di jurusan PAUD sendiri, aku bersyukur dipertemukan dengan berbagai macam asupan mata kuliah psikologi lebih spesifiknya lagi, dalam ranah anak usia dini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x