Mohon tunggu...
Puja Nor Fajariyah
Puja Nor Fajariyah Mohon Tunggu... Penulis - Lecturer Assistant, Early Childhood Enthusiast

Kia Ora! Find me on ig @puja.nf

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Orangtua, Ajari Anak Menulis Ada Waktu Terbaiknya

25 Oktober 2020   04:45 Diperbarui: 26 Oktober 2020   09:44 1550
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak belajar menulis (Foto: Shutterstock)

Aku kutip pendapat seorang psikolog, Pinkan Margaretha, M.Psi. bahwasanya sebetulnya ketika hendak mengajari anak menulis, itu berawal jauh ketika anak masih berusia sangat dini, ketika anak berusia satu tahun, bahkan masih berumur di bawah satu tahun. 

Hal ini adalah ditandai dengan kebiasaan anak yang sudah memulai memegang benda lalu berkali-kali misalnya memindahkan beda, melemparkan benda, dan kegiatan lainnya. Di mana, hal ini sebetulnya adalah keadaan di mana anak sedang melatih jari-jarinya. Jari-jari ini kemudian mulai dilatih kekuatannya ketika anak berusia satu tahun.

Fase di mana anak mulai bisa memegang benda yang lebih kecil, atau ketika waktu dua tahun hingga terus akhirnya anak bisa memegang spidol yang besar, atau pensil warna yang besar.

Pada awalnya, posisi memegangnya masih dengan menggenggam, lalu menggerak-gerakkan, lanjut mencorat-coret dinding. Nah, hal itu semua sebenarnya adalah bentuk latihan-latihan untuk mematangkan motorik halus anak.

Tak cukup di sana, sampai kemudian berkembang lagi ke fase di mana anak bisa memegang pensil dengan ketiga jari. Artinya, motorik halus anak ini sudah kuat, ketika motorik halusnya sudah kuat, jadi sudah masuk waktunya anak melatih menggambar, mewarnai, membuat lingkaran, membuat kotak, lalu gambar lain dengan tingkat kesulitan di atasnya.

Sebetulnya semua hal yang aku coba sebutkan di atas itu, adalah bentuk latihan-latihan awal sebelum anak kemudian menulis. Sebab, kegiatan menulis pada anak lebih membutuhkan kontrol jari-jari, motorik halus yang lebih rumit dan kompleks daripada membuat gambar.

Itu sebabnya mengapa ada mewarnai ketika anak berusia dua tahun, dua setengah tahun dan makin lama biasanya anak-anak dari yang awal menggambar anak selalu berada di luar garis, berselang waktu anak akan semakin bisa mewarnai di dalam garis.

Itu juga sebenarnya adalah bentuk latihan-latihan mengontrol motorik halus dan koordinasi visual, mata dan tangan atau motorik halus anak. Ketika sudah matang motorik halus dan koordinasi dengan mata, maka anak siap untuk mulai diajari perihal menulis.

Ini yang perlu dicermati, karena hari-hari ini banyak anak yang tidak lagi bermain dengan jari-jarinya tapi lebih banyak dengan gawai. Otomatis, motorik halusnya tidak matang, ketika tidak matang akibatnya ketika dipaksa menulis karena mau masuk sekolah dasar, sering terdengar keluhan anak bilang,

"Capek! Gak mau nulis"

Sebetulnya hal ini terjadi karena stimulasi kurang cukup untuk menguatkan motorik halus jari-jari tangannya. Jadi, permainan-permainan selain gadget yang banyak membuat anak menggunakan jari itu adalah hal yang baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun