Mohon tunggu...
puhid akhdiyat
puhid akhdiyat Mohon Tunggu... Buruh - ⛔

prosopagnosia

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Beberapa Janji Setelah Kehilangan

16 Januari 2023   12:26 Diperbarui: 17 Januari 2023   03:51 92
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

berjanji lah untuk tetap menjadi lautan yang pahamnya paling dalam dan tak pernah merasa dangkal
meski pada akhirnya harus kehilangan satu kapal
meski nanti sering menjumpai bermacam ombak yang tiba-tiba menghantam

berjanji lah untuk tetap menjadi pemandangan yang kesannya paling menyenangkan dan tak pernah merasa biasa-biasa saja
meski pada akhirnya harus kehilangan satu pandangan
meski nanti sering mendapati sepasang mata yang tiba-tiba buta

berjanji lah untuk tetap menjadi rumah yang tetapnya paling menetap
dan tak pernah merasa senyap
meski pada akhirnya harus kehilangan satu atap
meski nanti sering melihat cahaya surga yang tiba-tiba gelap

berjanji lah untuk tetap menjadi langit yang tenangnya paling lapang
dan selalu merasa tak kurang apapun
meski pada akhirnya harus kehilangan satu bintang
meski nanti sering menyaksikan banyak hujan yang tiba-tiba turun

16/01/23

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun