Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Sebuah Festival Maaf di Puncak Hari Kemenangan

5 Mei 2021   00:18 Diperbarui: 7 Mei 2021   01:31 476 44 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebuah Festival Maaf di Puncak Hari Kemenangan
Ilustrasi saling memaafkan di momen lebaran| Sumber: Ouda Images via Kompas.com

Luka itu masihkah bersender
Mungkin kemarin pernah duduk menyeka air mata di beberapa bangku tanggal dalam sebuah kalender

Duka itu masihkah tercecer
Mungkin kemarin pernah terjatuh ingatan menunggu lupa di beberapa pertanyaan mewah yang belum semesta jelaskan secara ecer

Noda itu masihkah ter-starter
Mungkin kemarin pernah disengaja atau tidak di beberapa singkatnya perjalanan baik-baik saja yang kemudian seakan menjadi sebuah jarak sejauh berkilo-kilo meter

Apabila hari-hari kemarin menjadi tempat penampungan air mata, penerbitan dosa dan persinggahan khilaf
Maka hari raya lebaran adalah festival maaf
Yang ejawantahnya; maaf atau dimaafkan
Setidaknya menjadi yang paling pemaaf ialah puncak dari sebuah kemenangan

Bintaro, 05/05/2021.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x