Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kupu-kupu Biru

8 Maret 2021   03:01 Diperbarui: 26 Maret 2021   03:51 89 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kupu-kupu Biru
Tegmina.wordpress.com



Kupu-kupu biru
Kemana kah rintik-rintik hitam masa lalu?
Setelah belum lama berguru kepada langit biru
Engkau--kini--terlihat seperti bebas beterbangan di duniamu yang di penuhi--angin lalu--

Kupu-kupu biru
Tak takut kah tersesat kembali pada lembah keliru?
Aku melihat bangun tidurmu terlalu terburu-buru
Langit masih gelap dan dedaunan belum siap dibasahi bulir-bulir embun terbaru
Tetapi engkau mengaku sudah menimbun banyak oksigen penerimaan di paru-paru

Kupu-kupu biru
Musim hujan bahkan masih cemburu
Tetapi engkau telah berani mengepompongkan rintik-rintik gerimis yang haru
Engkau tampak tak lagi pemalu menghinggapi setiap (tanda tanya) di mekar-harumnya cerita-cerita baru
Engkau tampak tak lagi penakut kala berbaur dengan patah hati-patah hati yang seru

Kupu-kupu biru
Seandainya kamu itu adalah aku
Mungkin aku sudah tak lagi jadi musim hujan bagimu 

Bintaro, 08/03/21.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x