Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Sejauh Matahari, Sedekat Mata Kaki

22 Januari 2021   22:57 Diperbarui: 26 Januari 2021   19:25 272 38 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sejauh Matahari, Sedekat Mata Kaki
sumber: pixabay

Berkeliling neko-neko hingga ke mana dia  
Tidak, saya cukup bersyukur saja 
Berfantasi standar tingginya senang terbang ke angan-angan yang jauh 
Sementara sendal jepit murahan saya tak mau diajak pergi jauh-jauh 

Bermuluk dia hingga "Pokoknya harus kena"
Tidak, saya bukan pe-maksa
Terlalu sering bermain mimpinya sampai lupa pulang
Sedangkan kaos oblong kesayangan saya tak mau dibuang

Beterbangan jauh hingga ke matahari dia
Tidak, saya cukup berjalan saja
Bersenang hatinya mengelilingi standarnya walau pada ujungnya kembali terbakar semua; Namun sama sekali tak membuatnya jera
Sementara perlahan langkah saya paham bilamana perihal mimpi dan jodoh mungkin hanya sedekat mata kaki saja; Asalkan niat baik tak tinggal diam dan mau terus konsisten ngapelin Sang pencipta 

Bintaro, 22/01/21

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x