Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Menjadi Hening

29 Oktober 2020   06:20 Diperbarui: 29 Oktober 2020   06:23 61 14 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Menjadi Hening
Dok. pribadi

         

Sepatah pun bungkam hari ini huruf-huruf disekitarku menghilang diam


Berbisik pun enggan
Sampai detik ini ditelingaku bingung mencari sesuap kata yang sudah menjadi keseharian

Melihatnya pun tak kasat
Diterangku gelisah memikirkan apa salah yang sudah kuperbuat

Sekelebat pun tidak
Langkah-langkah kecil dihati sedari tadi mengamati jarum jam sunyi yang tak berdetak

Kemana kamu
Hanya suara semilir angin yang tak menjadi jawaban

Tak tahukah kamu
diammu itu
Menggerimiskan mataku seakan

Mengapa hilang
Apakah kamu benar-benar ingin melupakan

Mengapa diam
Haruskah aku tenggelam dalam berjuta pertanyaan

Semuanya menjadi hening setelah ku kehilangan

Seluruhnya berubah mati
ditinggal begitu saja tanpa sepatah alasan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x