Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

" Kau adalah huruf-huruf mati yang aku beri paru-paru dan aku hanyalah tinta biasa yang kau beri rupa-rupa."

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Tentang Senja dan Fajar yang Mulai Siuman

15 Mei 2020   06:44 Diperbarui: 15 Mei 2020   22:52 106 24 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Tentang Senja dan Fajar yang Mulai Siuman
Pxhere.com

         Aku mungkin hanya senja, yang menyelip di antara mercusuar renjana dan sayap-sayap camar yang terluka. Kemudian kau tepikan memoriku disepinya bibir pantai, yang nyiur-nyiur rindunya. Aku melambai-lambai, namun kau abai.

Tak ayal sejengkal hatiku terjungkal, perasaanku jatuh ke akal. Dan senja baru sadar bahwa indahnya hanya sebatas momen pergantian. Dari sore kita yang hore menuju malam-malamku yang telantar.

Dan aku juga mungkin cuma fajar, yang ber petak-umpet dengan kenangan yang terbongkar dan bayang-bayang yang berakar. Kemudian kau padamkan lampu jalanku yang kehujanan, namun tersenyum terangkan cahaya rembulan disekujur ingatan. Aku coba menghalang, namun kau semakin lalu-lalang.

Sarat harap sekedip mata menghilang, ketersiksaan tak menempel di bayang-bayang. Dan rasa-rasanya fajar mulai siuman, bahwa hilangnya bisa dijadikan titik singgung kedewasaan. Dari senja yang sudah mulai rela akan sanggup menumbuhkan benih cahaya baru yang penuh dengan ketenangan.


15/05/2020.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x