Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

"Selamat mengamalkan ibadah puisi." Katamu sambil menyeret koper warna-warni. Dan lalu hari-hari berikutnya hatiku terasa sunyi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Kemerah-merahan yang Merongrong Selesaku

27 Juni 2019   16:03 Diperbarui: 30 Juni 2019   21:19 0 15 3 Mohon Tunggu...


Lagi-lagi kamu
Merupa hantu
Menyulut gregetku
Tak henti-henti mengganggu
Seperti sedang gentayangan selalu muncul di ruang-ruang kosong hatiku

Lagi-lagi kamu
Memirip asu
Memayang pitamku
Tak reda-reda mengacau
Seperti sedang kegatelan selalu mangkal di merahnya bibir jalan rutukanku

Lagi-lagi kamu
Mengembari lelatu
Merongrong selesaku
Tak redup-redup mengayau
Seperti sedang kesepian selalu datang tanpa diundang mengetuk-ngetuk pintu mataku

Ah, lagi-lagi kamu kemerah-merahan
Yang selalu memerahkan mataku
Juga mendidihkan sel darah merahku
Tapi tetap saja kamu itu tak tahu malu dan selalu merasa aku ini senang dengan kehadiranmu.

Kamu sadar tidak? Mataku ini selalu kelilipan oleh papan reklame yang penuh promo gila-gilaan senyummu. Dan maaf bila aku tidak tertarik meneruskan melirikmu.


*****

KONTEN MENARIK LAINNYA
x