Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

"Selamat mengamalkan ibadah puisi." Katamu sambil menyeret koper warna-warni. Dan lalu hari-hari berikutnya hatiku terasa sunyi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Perempuan Bersayap Sunyi

27 Juni 2019   04:51 Diperbarui: 30 Juni 2019   05:43 0 18 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Perempuan Bersayap Sunyi
favim.com

Perempuan bersayap sunyi pernah bercerita;

Siang malamku tak ubahnya mimpi
Ramai sunyi sudah seperti batu
Entah di mana senjaku berkolusi
Dan kemana perginya bisik-bisik bersekutu

Lelah bugarku tak berbeda raut
Suka duka telah merupa mainan
Entah di mana tidurku berpagut
Dan kemana perginya kelaziman berpasangan

Tenang gelisahku tak tersekat gerak
Gelap terang sudah sewarna mata
Entah di mana rasaku berpijak
Dan kemana perginya remang-remang bercinta

Melayang tiarapku tak berjauh irama
Sakit sehat telah nyaris menjelma mati
Entah di mana aku bercengkerama
Dan kemana perginya kegairahan kini bermigrasi


Perempuan bersayap sunyi
Lalu kemudian buru-buru terbang menghilang. Ia hanya meninggalkan bekas-bekas bulu ingatan yang jatuh berserakan di ramainya doaku untukmu. 

"Semoga kau terus terbang tak perlu pusingkan pertanyaan-pertanyaan mereka yang memusingkan kehidupanmu."

*****








KONTEN MENARIK LAINNYA
x
27 Juni 2019