Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

"Selamat mengamalkan ibadah puisi." Katamu sambil menyeret koper warna-warni. Dan lalu hari-hari berikutnya hatiku terasa sunyi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Tuan Tuhan, Bukan?

25 Juni 2019   01:39 Diperbarui: 30 Juni 2019   06:07 0 24 6 Mohon Tunggu...
Puisi | Tuan Tuhan, Bukan?
satukara.blogspot.com

Aku sedang di kamar, lalu kau gedar-gedor pintu rumahku. Tuan Tuhan, bukan? Kemudian lantang sahutmu menjawab; "Bukan." Pantas saja tak sabar. "Tunggu sebentar aku keluar." Timpalku.

Aku sedang di jalan, lalu kau telepan-telepon berkali-kali. Tuan Tuhan, bukan? Kemudian lantang sahutmu menjawab; "Bukan." Pantas saja tak sabar. "Tunggu sebentar aku kesitu." Timpalku.

Aku sedang sembahyang, lalu kau ancam semacam; "Jangan lama-lama sembahyangnya, Gerai kata-kata sedang ramai-ramainya pengunjung." Tuan Tuhan, bukan? Kemudian lantang sahutmu menjawab; "Bukan." Pantas saja tak sabar. "Tunggu sebentar aku keluar, tepatnya aku keluar dari perbudakan ini." Pungkasku.

Aku sedang berusaha, lalu aku sangat hafal semisal; " Mau sampai kapan usahanya, modal kata-kata bahkan sudah terbilang nyaris bangkrut." Tuan Tuhan, bukan? Kemudian lantang sahutmu menjawab; "Bukan." Pantas saja tak sabar. "Tunggu sebentar aku berhenti. Berhenti menjadi Tuan yang selalu mematahkan jalanku menuju Tuhan." Pungkasku.

*****