Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... Buruh

"Selamat mengamalkan ibadah puisi." Katamu sambil menyeret koper warna-warni. Dan lalu hari-hari berikutnya hatiku terasa sunyi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Dalam Secangkir Takdir

26 Mei 2019   20:01 Diperbarui: 26 Mei 2019   20:05 0 22 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Dalam Secangkir Takdir
img-20190526-192921-5cea886f95760e570f7c37f2.jpg

Sendu dan rindu sedang kuseduh didoaku, bukan mengharap temu melainkan sedang menenangkan pikiranku.

Jujur aku masih bingung kenapa secangkir kopi hitamku bisa duduk satu meja dengan secangkir teh susu milikmu.

Di situ kita bahkan membahas sebuah kemustahilan yang tak bisa tercampur menyatu dalam secangkir takdir yang bernama; Temu.