Mohon tunggu...
Pudji Widodo
Pudji Widodo Mohon Tunggu... Lainnya - Pemerhati Kesehatan Militer.

Satya Dharma Wira, Ada bila berarti, FK UNDIP.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Sail Komodo 2013 dan Upaya Pengendalian Penyakit di Jajaran TNI dalam Masa Pandemi Covid-19

5 September 2021   13:58 Diperbarui: 7 September 2021   00:21 284 58 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sail Komodo 2013 dan Upaya Pengendalian Penyakit di Jajaran TNI dalam Masa Pandemi Covid-19
Pemandangan pantai Labuan Bajo lokasi Sail Komodo 2013, dokpri.

Sail Komodo 2013 dan Upaya Pengendalian Penyakit di Jajaran TNI Dalam Pandemi Covid 19

Gugus Tugas TNI AL di Labuan Bajo 2013

Tanggal 5 September 2103, KRI Ahmad Yani (AMY) 351 bertolak dari dermaga ujung Koarmatim menuju ke Labuan Bajo NTT. Saya sudah makan siang di kantor sebelum embarkasi ke fregat tersebut yang meskipun tua tapi sangat bersih. Karena kapal bertolak setelah tengah hari, berarti personel baru akan mendapat jatah makan saat malam hari.

KRI AMY 35 adalah salah satu unsur dari Gugus Tugas (GT) TNI AL pada Sail Komodo 2013 yang terdiri dari 26 kapal perang. GT TNI AL akan berpartisipasi pada saat seremoni peresmian Sail Komodo dengan melaksanakan Sailing Pass dan Parade Kapal Perang. Sebagai salah satu unsur gugus tugas, KRI AMY 351 bertolak dari Surabaya membawa seluruh personel TNI AL bidang fasilitas dan dukungan, protokoler, pengamanan, tim demo, juga personel komunikasi-elektronika, penerangan dan kami berlima dari Diskes Koarmatim.

Sail Komodo 2013 berlangsung dari 28 Agustus 2013 - 19 September 2013 dengan puncak acara diselenggarakan di Pantai Pede Labuan Bajo pada 14 September 2013. Perairan Labuan Bajo menjadi titik rendezvous (RV) seluruh kapal perang dan kapal berbagai instansi pemerintah yang terlibat sailing pass. Sail Komodo 2013 menjadi momentum mewujudkan komitmen pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai destinasi utama wisata dunia khususnya melalui sektor pariwisata bahari.  

Pada tahap perencanaan sailing pass dan parade kapal perang, telah diperhitungkan beban tugas dan kemampuan sumber daya kesehatan termasuk fasilitas kesehatan daerah yang menjadi mitra koordinasi. Semua risiko aspek kesehatan pada berbagai tahapan kegiatan dan solusinya sudah diuji dalam forum Tactical Floor Games (TFG) pratugas. Di posko darat saya dibantu 9 orang bintara kesehatan (bakes) dan Lettu dr. Jonsen dari Pangkalan TNI AL Rote. 

Sakit dan risiko kecelakaan kerja pada setiap personel dapat terjadi saat berlayar berangkat, bertugas di daerah operasi maupun ketika kembali ke pangkalan. Problem kesehatan juga dapat dialami mereka yang bertugas di posko darat, termasuk para pejabat utama yang telah hadir mendahului untuk melaksanakan supervisi kegiatan. Patut menjadi perhatian juga adalah risiko faktor higiene sanitasi terkait penyediaan makanan massal. Risiko kesehatan semakin meningkat karena faktor pengaruh terbatasnya sumber daya kesehatan di  Labuan Bajo terkait dengan rantai evakuasi medis.  


Singgah di Gereja Katolik Paroki Labuan Bajo yang halamannya digunakan untuk Bakti Kesehatan TNI AU dalam Sail Komodo 2013, dokpri.
Singgah di Gereja Katolik Paroki Labuan Bajo yang halamannya digunakan untuk Bakti Kesehatan TNI AU dalam Sail Komodo 2013, dokpri.

Labuan Bajo sebagai lokasi kegiatan puncak Sail Komodo 2013, termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Manggarai Barat. Meskipun Kabupaten Mangarai Barat telah berusia sepuluh tahun, saat itu fasilitas kesehatan terbaik adalah Puskesmas rawat inap Labuan Bajo. RSUD yang dipersiapkan untuk melayani masyarakat, meskipun secara fisik sudah berdiri ternyata saat itu belum dapat difungsikan. Dengan demikian bila terjadi kegawatdaruratan medis dan memerlukan rawat inap, Puskesmas Labuan Bajo menjadi tumpuan stabilisasi penderita karena kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso (SHS) 990 baru tiba di titik RV 3 hari setelah kami berada di Labuan Bajo.

Pada H-7 sebelum acara puncak Sail Komodo, KRI AMY sudah berada di perairan Labuan Bajo. Kecuali ABK KRI AMY-351, seluruh personel pendukung melaksanakan debarkasi, lalu bergeser menuju rumah yang telah disiapkan Lanal Maumere sebagai akomodasi, sedang Posal Labuan Bajo digunakan sebagai posko darat. Meskipun sudah di darat, suplai makan seluruh personel tetap didukung dari dapur KRI AMY-531 yang lego jangkar di laut.

Sebagai variasi, saya bersama para bakes pada malam hari menyempatkan menikmati kuliner di kawasan pantai Pede. Di antara yang kami kunjungi adalah warung tenda "Laros" yang pemiliknya berasal dari Banyuwangi.  Saat itu tepi jalan-jalan di pinggir pantai sudah dipenuhi gerai cinderamata, biro jasa perjalanan wisata dan penyewaan alat selam serta lalu lalang wisatawan asing. Meskipun demikian terdapat keluhan berkurangnya aktifitas wisata dalam beberapa hari karena adanya beberapa pembatasan untuk persiapan pengamanan kehadiran Presiden.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan