Mohon tunggu...
Pudji Widodo
Pudji Widodo Mohon Tunggu... Pemerhati Kesehatan Militer.

Satya Dharma Wira, Ada bila berarti, FK UNDIP.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Penanggulangan Bencana, Usai Tugas Ini Lalu ke Mana?

12 April 2021   04:20 Diperbarui: 12 April 2021   04:28 337 64 18 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penanggulangan Bencana, Usai Tugas Ini Lalu ke Mana?
Prosesi pemberian nama kapal bantu rumah sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, foto indomiliter.com 22/1/2021.


Oleh :  Pudji Widodo

Multi-peran kapal bantu rumah sakit TNI

Senin malam tanggal 1 Oktober 2018, tiga kapal perang tipe Landing Platform Dock (LPD) KRI Makassar-590 (MKS), KRI Surabaya-591 (SBY) dan KRI dr. Soeharso-990 (SHS) merapat di Pelabuhan Benoa. Dari ketiga kapal perang ini didebarkasi kendaraan taktis, alat dan perlengkapan  serta ratusan personel pasukan khusus TNI dan Paspampres yang akan mendukung pelaksanaan Annual Meeting International Moneter Fund -- World Bank Group (AMIMF-WBG) 2018. Pertemuan tahunan IMF dan WBG diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada tanggal 8 - 14 Oktober 2021.

Berbeda dengan dua kapal LPD lainnya, KRI SHS-990 setelah menurunkan muatannya, segera bertolak ke Palu Sulawesi Tengah untuk melakukan operasi bantuan penanggulangan bencana gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada 28 September 2018. Waktu persinggahan yang singkat itu dimanfaatkan KRI SHS-990 untuk memuat bantuan masyarakat Bali dan embarkasi personel kesehatan tambahan dari berbagai instansi yang akan memperkuat kemampuan pelayanan kesehatan di daerah bencana. 

Perubahan situasi, masifnya kerusakan infrastruktur dan perkiraan korban, penyelamatan korban bencana dari ancaman kematian serta keterbatasan sampai lumpuhnya fasilitas kesehatan lokal, merupakan merupakan dasar keputusan komando atas menggerakkan kapal rumah sakit menuju lokasi bencana.

Pada tahap perencanaan AM IMF-WBG 2018, KRI SHS-990 disiapkan sebagai Floating Hospital dalam penanganan evakuasi dan antisipasi kedaruratan bencana bersama 4 fasilitas kesehatan lainnya, yaitu RS Siloam Denpasar, RSUP Sanglah, RS Kasih Ibu dan RS BIMC Nusa Dua. 

Selanjutnya pada tahap persiapan pertemuan IMF pun dilaksanakan Table Top Exercise dan Tactical Floor Game, di mana alur evakuasi diantaranya adalah ke KRI (Buku Laporan Penyelenggaraan Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF WB, 2018 : 24, 82, 86)<1>. Pertemuan tahunan IMF-WBG berjalan aman, namun pada waktu yang berdekatan menjelang AM IMF-WBG dilaksanakan terjadi gempa Palu, yang menyebabkan KRI SHS-990 harus bertugas ke Palu dengan tugas tambahan lebih dahulu singgah ke Bali menurunkan personel dan material pengamanan AM IMF-WBG 2018.

Dua bulan sebelum gempa Palu, pada tanggal 29 Juli 2018 telah terjadi gempa Lombok. KRI SHS-990 pun hadir di Lombok memberi bantuan pada fase tanggap darurat. Di bidang perbaikan infrastrukrur, ketika proses pemulihan bencana gempa di Lombok belum selesai, Mabes TNI bahkan harus menggeser pasukan zeni yang terlibat bantuan pemulihan gempa Lombok ke Palu. Inilah contoh dinamika mobilisasi pasukan TNI pada saat rakyat membutuhkan kehadirannya sesuai amanat UU.  

Variasi penugasan KRI SHS-990 menggambarkan multi perannya sebagai kapal perang. Dalam nomenklatur kapal perang TNI AL, KRI SHS-990 memang digolongkan dan dirancang sebagai kapal bantu rumah sakit. Dek B dan dek C KRI SHS-990 dipergunakan sebagai fasilitas pelayanan rumah sakit yang meliputi UGD, 5 kamar operasi, Ruang pulih sadar, ICU, Ruang perawatan 40 TT, poliklinik spesialis, fasilitas pemeriksaan penunjang klinik, logistik kesehatan, doctor station, nurse station, fasilitas binatu medis dan sterilisasi. Helipad KRI SHS-990 mampu menampung 2 unit helikopter untuk evakuasi medik udara. Dengan demikian di kapal rumah sakit terdapat dua pimpinan organisasi yaitu Komandan KRI SHS-990 dan Kepala Rumah Sakit Kapal.

Untuk kepentingan tertentu, KRI SHS-990 dapat juga diberi peran tambahan mengangkut pasukan dan kendaraan tempur TNI, yang umumnya tugas ini diemban oleh kapal perang jajaran Satuan Kapal Amfibi Koarmada RI. Bahkan selama ini pada latihan gabungan TNI, KRI SHS-990 berada di mandala pertempuran, yang menyebabkan kapal tersebut sah menjadi sasaran serangan lawan. Dalam keadaan darurat, ruang dek A yang biasa disebut tank deck, yang biasanya ditempati kendaraan tempur dan kendaraan taktis pasukan, dapat dipergunakan untuk menambah kapasitas ratusan  tempat tidur pasien.

KRI SHS-990 memang bertanda palang merah, namun badan kapalnya bercat abu-abu. Berbeda dengan kapal rumah sakit Peace Ark milik Angkatan Laut Tiongkok, maupun kapal rumah sakit Angkatan Laut Vietnam yang memenuhi ketentuan konvensi Jenewa bertanda palang merah dengan badan kapal bercat putih. Ketika Jepang menyerbu Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, USS Solace yang bercat putih adalah kapal rumah sakit AS yang menyelamatkan nyawa ribuan prajurit AS. Saat ini AS juga mengoperasionalkan USNS Mercy dan USNS Comfort sebagai kapal rumah sakit yang bercat putih.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN