Mohon tunggu...
Pudji Widodo
Pudji Widodo Mohon Tunggu... Lainnya - Pemerhati Kesehatan Militer.

Satya Dharma Wira, Ada bila berarti, FK UNDIP.

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Tangga Pendek AHY Menuju Presiden RI

18 Mei 2019   11:41 Diperbarui: 27 Mei 2019   08:47 570
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(sumber foto dikhy sasra, news.detik.com)

Barangkali untuk menutup kekurangan itu, maka pada saat pilgub DKI tandem yang dipasangkan dengan AHY adalah Prof. Dr. Sylviana Murni yang sudah berpengalaman malang melintang di birokrasi DKI Jakarta dengan jabatan diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, Walikota Jakarta Pusat dan terakhir mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta 2015-2016.

Mungkin ada yang berpendapat level yang dibandingkan tidak sepadan, ajang pemilihan gubernur apalagi DKI Jakarta, tentu lebih berat dibandingkan pilbup Batang. Justru karena itu maka mungkin akan lain hasilnya bila ajang kontestasi yang diikuti AHY tidak langsung pilgub DKI Jakarta.

Figur pembanding yang lain adalah Bupati Parigi Moutong 2 periode, Syamsurizal adalah seorang Kolonel TNI AD yang putra daerah, mengawali kiprahnya mulai dari Wakil Bupati.

Berkaca dari kegagalan pemimpin daerah yang berasal dari kalangan tokoh muda, maka cukup beralasan bila ada yang menaruh harapan agar AHY matang alamiah pada level kepemimpinan kota atau kabupaten.

Pada tahap itu terdapat kombinasi pengalaman kepemimpinan lapangan militer, modal kompetensi akademis, diasah dengan situasi birokrasi dimana berkelindan upaya pragmatis yang bersentuhan dengan perilaku korup serta transaksi anggaran antara pejabat perangkat daerah, DPR Daerah dan pengusaha.

Dengan spirit tokoh muda yang bersih dan integritas mantan perwira TNI, diharapkan AHY dapat menjadi pemacu pemberantasan budaya korup birokrat di wilayah daerah yang AHY pimpin. Sebelum AHY, Partai Demokrat pernah memiliki Anas Urbaningrum, politikus muda Demokrat yang dibesarkan dari HMI, sayang karir politiknya tumbang, terhalang jerat kasus Hambalang.

Kesuksesan menyelesaikan tahapan kepemimpinan daerah seperti yang dilakukan YRS sebagai Bupati Batang, bila hal itu dulu dilakukan AHY akan memungkinkan AHY memiliki modal sosial yang lebih baik dibandingan transformasi mendadak dari seorang Komandan Batalyon langsung masuk ke palagan persaingan Cagub.

Namun AHY telah memilih tangga menuju panggung pemilihan presiden yang lebih pendek atau singkat melalui jalur Gubernur DKI Jakarta tahun 2016.

Sayangnya tangga pendek itu justru tak berhasil dilaluinya. Bahkan koalisinyapun untuk tahun 2019, memilih calon lain sebagai wapres bukan AHY.

(Sumber dok.foto. Kompas.com)
(Sumber dok.foto. Kompas.com)
Entah bagaimana hasil jajak pendapat yang diinisiasi kabinetusulanpublik@gmail.com, dan apakah presiden terpilih akan memasukkan AHY dalam barisan kabinetnya saya tidak punya kepentingan untuk menulis hal itu. Saya hanya menyampaikan seperti orang lain, AHY mempunyai hak untuk menentukan pilihan hidup dan cara mengaktualisasikan diri agar punya arti bagi masyarakat dan negerinya. 

AHY yang rela memilih cukup sampai pangkat Mayor dalam karir militernya dan memutuskan politik sebagai wahana untuk meyakinkan masyarakat bahwa dia bisa berbuat lebih baik, lebih berpotensi, lebih bisa menyumbangkan tenaga dan pikirannya pada usia yang lebih muda tanpa menunggu purna dinas sebagai Jenderal TNI. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun