Mohon tunggu...
Dokter Andri Psikiater
Dokter Andri Psikiater Mohon Tunggu... Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis. Lulus Dokter&Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society dan Academy of Psychosomatic Medicine sejak tahun 2010. Anggota dari American Psychosomatic Society dan satu-satunya psikiater Indonesia yang mendapatkan pengakuan Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine dari Academy of Psychosomatic Medicine di USA. Dosen di FK UKRIDA dan praktek di Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang (Telp.021-29779999) . Twitter : @mbahndi

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Tips Mencegah "Jet Lag" ala Dokter Andri

25 Juni 2019   08:21 Diperbarui: 25 Juni 2019   08:29 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tips Mencegah "Jet Lag" ala Dokter Andri
Saat Presentasi di Rotterdam (20/06/2019) (dokpri)

Jet lag adalah masalah jika bepergian yang mempunyai perbedaan waktu cukup besar dari tempat kita berasal. Pengalaman bepergian ke berbagai negara Eropa dan Amerika memberikan saya pelajaran tentang bagaimana mencegah jet lag ini. Tentunya ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Saya sendiri biasanya jika bepergian ke Eropa jarang mengalami Jet Lag setelah pulang dari sana, hal ini disebabkan karena : 

1. Saya hanya menginap sekitar 3-4 malam saja. Total dengan perjalanan sekitar 5-6 hari.

2. Saat di Eropa seperti di Belanda kemarin, Berlin tahun 2017 saya biasanya tidur paling telat jam 9 malam waktu sana (atau jam 2 pagi waktu Indonesia Barat), walaupun kalau musim panas seperti kemarin jam 9 masih terang sekali, tutup gorden rapat-rapat dan gelapkan kamar maksimal.

3. Saya biasanya bangun pagi sekitar pukul 2-3 pagi di sana dan langsung mengerjakan tugas-tugas presentasi atau baca buku. Jadi kalau dihitung ya saya bangun jam 7-8 pagi tidak berbeda seperti saya di Indonesia yang biasanya saya bangun jam 6 pagi.

4. Dalam perjalanan pulang saya biasanya menghabiskan waktu untuk tidur. Tidak menonton "flight entertainment", paling membaca buku di Kindle itu pun kalau terang atau perjalanan pagi, karena Kindle saya harus tetap pake lampu buat baca (bukan Kindle WhitePaper), tidak enak ganggu orang lain kalau saya menyalakan lampu baca. 

Itulah mengapa saat saya saya tiba di Indonesia kembali minggu kemarin pada Sabtu malam jam 23.30 dan Minggunya harus presentasi jam 10.40 saya masih bisa tidur seperti biasa dari jam 01.00-06.20 dan Minggunya bisa tidur jam 21.00 sampai Senin jam 03.00 pagi lalu lanjut praktek dari jam 08.00 sampai malam hari tanpa kendala berarti. 

Tapi entah kalau saya di Eropa sampai 10-14 hari seperti kebanyakan orang yang bepergian ke sana. Tapi memang bepergian ke Eropa berbeda dengan saat saya ke USA yang sangat mengganggu Jet Lag-nya sampai seminggu. Semoga tips singkat ini bermanfaat. Salam Sehat Jiwa