PENGGUNAAN GPS SAAT BERKENDARA

06 Februari 2019
  • Mahkamah Konstitusi tolak gugatan yang berisi larangan penggunakan Global Positioning System (GPS) saat berkendara. Penggunaan perangkat navigasi ini digugat karena dinilai mengganggu konsentrasi pengemudi. Akan tetapi, di sisi lain, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari perangkat ini, seperti pengendara ojek/taksi daring.

    Perihal GPS yang dinilai mengganggu konsentrasi pengendara sebenarnya sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Intinya, setiap pengendara kendaraan bermotor wajb mengendarakan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi. Karenanya MK menilai gugatan itu tidak memiliki alasan hukum.

    Jadi, bagiamana menurut Anda tentang penggunaan GPS saat berkendara?

    Penggunaan GPS membantu pengendara, tetapi perlu bijak saat digunakan. Manfaatkan petunjuk suara, sehingga tidak selalu melihat ke layar gadget. +

    pengalaman pribadi, GPS sangat membantu jika tersesat atau tidak mengetahui tempat yang hendak dikunjungi. +

    Sangat membantu, Sebenarnya GPS tetap bisa dinyalakan tanpa harus melihat layar gawai. Diganti saja dengan fitur suara. Jadi tetap bisa konsentrasi menyetir. Lagi pula Jakarta lebih menjumpai kemacetan. Oleh karena posisi sedang berhenti, barulah melihat layar gawai. +

    Muis Sunarya
    Penggunaan GPS bisa membahayakan. Bisa terjadi kecelakaan lalu lintas. Karena menggangu konsentrasi dalam berkendara. Tidak fokus. Makanya wajar ada pelarangan.

    Sebenarnya, larangan penggunaan GPS dalam berkendara sarat manfaat. Para ahli maupun pihak terkait sependapat bahwa larangan semacam ini dapat menciptakan kesadaran perilaku tertib berkendara sehingga menghindarkan pengemudi dari bahaya kecelakaan lalu lintas.
    Permasalahan utamanya, lantaran dalam aturan larangan itu tak ada rincian yang jelas mengenai sejauh mana penggunaan GPS dianggap menganggu konsentrasi pengendara. Sementara, GPS masa kini cenderung lebih ramah pengemudi. Bisa didengar lewat navigasi suara atau terpasang sebagai fitur standar di mobil, misalnya.
    Lantas, kapan menggunakan GPS dapat dikatakan menganggu?
    Pengoperasian GPS bisa menganggu konsentrasi, yakni: Ketika pengemudi melihat ke ponsel untuk memvisualisasikan rute. Menyentuh dan berinteraksi dengan perangkat sehingga melepas tangan dari kemudi. Terganggu secara visual oleh cahaya perangkat yang terang setelah gelap. Terganggu oleh navigasi suara. Dan ketika pengemudi perlu mengubah atau memilih rute alternatif.
    Intinya, GPS memungkinkan pengemudi mengalihkan perhatian dari jalan. Sehingga konsentrasi pengemudi sedikit banyak terganggu. Dan ini bisa membahayakan.
    Walaupun demikian, ini bukan berarti menggunakan GPS dalam berkendara tidak ada manfaat atau tidak berguna. Makanya, kalau memang tetap harus pakai GPS dalam berkendara, para ahli menyarankan mempelajari rute perjalanan dengan memprogram tujuan di GPS sebelum berangkat. Nyalakan juga mode suara atau minta bantuan penumpang untuk memonitor GPS. Dan terakhir, jangan melulu mengandalkan GPS dan tetap fokus mengemudi. +

    Taslim Buldani
    Jika harus pergi sendiri mengendarai mobil ke tempat yang belum pernah dituju, lebih baik mempelajari terlebih dahulu rute terbaik menuju ke tempat tujuan lewat google map/street view. Jika terpaksa harus menggunakan GPS ditengah perjalanan, langkah terbaik adalah dengan menepikan kendaraan terlebih dahulu di tempat yang aman. Lebih baik salah jalan daripada menggunakan GPS membahayakan diri dan pengendara lain. +