Mohon tunggu...
Prismawati
Prismawati Mohon Tunggu... mahasiswa

mahasiswa Ilmu Komunikasi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Dampak Perilaku Cyberbullying pada Remaja di Media Sosial

9 April 2021   13:26 Diperbarui: 9 April 2021   13:43 40 2 0 Mohon Tunggu...

Cyberbullying atau perundungan di media sosial pada kalangan remaja merupakan suatu isu yang relatif baru dibandingkan dengan traditional bullying dan telah dipandang sebagai isu global yang dapat terjadi di  berbagai negara manapun tanpa melihat perkembangan sosial, ekonomi ataupun budayanya. 

Apalagi semakin canggihnya arus  teknologi informasi dan komunikasi dapat menyebabkan berbagai dampak positif  maupun negatif dalam kehidupan kita. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan cyberbullying atau tindakan perundungan di media sosial yang terjadi baik di Indonesia maupun mancanegara. 

Cyberbullying merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap individu melalui pesan teks, gambar/foto, atau video yang cenderung merendahkan dan melecehkan (Hidajat et al., 2015).  Dimana dari banyaknya kasus cyberbullying yang terjadi kebanyakan dialami atau dilakukan oleh remaja. 

Data statistik dari APJII pada tahun 2019 menyebutkan terdapat sekitar 171 juta pengguna internet yang ada di Indonesia, sekitar 150 juta user menggunakannya untuk mengakses media sosial. 

Pengguna internet sebagian besar berada pada usia produktif yaitu 15-19 tahun dan 20-24 tahun dan data menunjukkan usia-usia remaja sebagian besar mengakses layanan internet untuk mengakses media sosial dan memanfaatkan layanan internet hanya sebagai media percakapan atau chatting di media sosial, serta kurang memanfaatkan layanan internet sebagai sarana pembelajran dengan mengakses informasi yang edukatif (Marsinun  & Riswanto 2020).

Jika dilihat Berdasarkan Teori Determinisme Teknologi yang dikemukakan oleh Marshall Mc Luhan  pada tahun 1962 dalam tulisannya The Guttenberg Galaxy: The Making of Typographic Man. Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. 

Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir,berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi yang lain. 

Berdasarkan teori determinisme teknologi ini dapat dilihat bahwa saat ini masyarakat cenderung telah didominasi dengan hadirnya teknologi. Hal ini seperti membuktikan semakin kuatnya pengaruh teknologi terhadap penggunanya yang semakin memperkuat dasar teori ini. 

Contohnya saat ini akibat semakin berkembangnya internet serta teknologi informasi dan komunikasi seperti media sosial semakin  membuat orang-orang seperti tidak dapat terlepas dari gadget atau alat komunikasi yang dimilikinya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang dimana kebanyakan aktivitas dilakukan secara online. 

Jika melihat maraknya kasus cyberbullying yang terjadi terlihat jelas sekali bahwa korban maupun pelaku cyberbullying terus-menerus mengakses media sosial seakan mereka  telah didominasi oleh hadirnya media sosial itu sendiri.

Diantara banyaknya bentuk-bentuk perundungan atau cyberbullying yang terjadi salah satunya  seperti pada kasus cyberbullying yang dialami oleh oleh putri Ussy Sulistiawati dan Andhika Pratama yang mengalami cyberbullying di media sosial yaitu instagram yang mana netizen mengomentari dengan kata-kata yang tidak mengenakan yaitu membeda-bedakan anak pertama dan keduanya dengan anak ketiga dan keempatnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN