Mohon tunggu...
Dewi Setyawan
Dewi Setyawan Mohon Tunggu... Priskila Dewi Setyawan

God is the best... menyukai alam dan travelling... suka tulis menulis... prayingandwriting.blogspot.com.. ^_^

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Tips Menjaga Kelestarian Alam

31 Agustus 2018   15:34 Diperbarui: 31 Agustus 2018   17:07 1314 0 0 Mohon Tunggu...

Kebakaran hutan, suhu yang terlalu tinggi, banjir, tanah longsor, dan berbagai masalah lain terjadi di negeri ini. Salah satu penyebab bencana alam adalah manusia kurang bertanggung jawab terhadap alam, seperti membuang sampah sembarangan.

Berikut tips menjaga kelestarian alam:

1. Menyadari alam itu milik Tuhan.

Banyak orang mengotori alam karena menganggap alam itu miliknya sendiri yang dapat dimanfaatkan sesuka hati. Tuhan Yang Mahakuasa telah menciptakan alam semesta serta segala isinya. Semuanya Dia ciptakan dengan baik. Manusia hanyalah pengelola. Memelihara alam dengan penuh tanggung jawab adalah salah satu tugas dari Sang Khalik kepada manusia selaku ciptaan-Nya yang paling mulia. Merawat alam merupakan wujud ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Kesadaran dan tanggung jawab akan muncul setelah memiliki pola pikir yang benar.

2. Membuang sampah pada tempatnya dan secara tepat jika terdapat pembagian jenis sampah.

Masyarakat kerap kali malas membuang sampah pada tempatnya karena tak menemukan tempat sampah di sekitarnya. Bisa jadi ada anggapan pula bahwa membersihkan adalah tugas petugas kebersihan saja. Membuang sampah pada tempatnya perlu dimasukkan ke dalam peraturan supaya kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan lebih tinggi. Penyebab utama banjir adalah tersumbatnya selokan oleh sampah. Sampah yang dibuang sembarangan akan dikerumuni lalat dan bakteri serta berbau busuk jika lama dibiarkan. Selain membuang sampah pada tempatnya, kita juga perlu memerhatikan dan membuang sampah secara tepat jika terdapat pembagian jenis kotak sampah di hadapan kita. Tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik seperti sisa sayuran dan dedaunan yang akan diolah menjadi pupuk kompos. Tempat sampah berwarna kuning untuk sampah non organik (anorganik), misalnya plastik yang dapat didaur ulang. Sementara itu, tempat sampah berwarna merah untuk sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) seperti sampah kaca, pembasmi serangga dan bahan-bahan yang mengandung merkuri agar tidak membahayakan kesehatan orang-orang. Tempat sampah berwarna biru untuk sampah non organik dari kertas yang akan didaur ulang. Sedangkan tempat sampah residu berwarna abu-abu khusus untuk sampah-sampah selain keempat jenis sampah yang telah disebutkan.

3. Mendaur ulang dan mengolah sampah.

Sampah dapat diolah dengan bijak dan kreatif sehingga tidak dibuang sia-sia. Misalnya, sampah plastik dan kertas dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang indah menjadi kotak pensil anak. Sampah juga bisa didaur ulang menjadi tisu yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Membuang limbah sesuai AMDAL dan mengolah limbah dengan bijaksana.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) berfungsi untuk memberikan pedoman, saran dan usulan lokasi yang tepat terkait dengan pengambilan keputusan atas dampak lingkungan hidup yang timbul dari suatu kegiatan usaha. Pabrik-pabrik harus membuang limbah sesuai AMDAL supaya tidak membahayakan keberadaan alam dan masyarakat. Limbah perlu diolah dengan bijaksana.

5. Tidak menggunduli atau membakar tanaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x