Mohon tunggu...
Prisila Oktaviana
Prisila Oktaviana Mohon Tunggu... anak mahasiswa

Hanya anak mahasiswa biasa

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Bagaimana Negara dinilai, Bisa Dilihat Dari Rakyatnya

22 Desember 2020   12:00 Diperbarui: 5 Januari 2021   22:17 106 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bagaimana Negara dinilai, Bisa Dilihat Dari Rakyatnya
img-0361-jpg-5fe19a6b8ede4874a1465443.jpg

Keadaan Indonesia seperti wajahku yang tanpa riasan. Ancur penuh luka penuh noda dan yang jelas tidak tertata. Skincare memberikan janji janji yang sangat manis membuat ekpetasi menjadi jadi. Memberikan omongan akan mendapat muka mulus yang sangat indah. Riasan menutupi wajah ancurku ini, aku hanya menunjukan wajah cantik dengan riasan ini. Jika ada yang berani menghapus riasanku aku sangat marah, akan terlihat wajah asliku ini. Kamu berani menghapus, sama aja kamu mencari masalah denganku. Negriku ini hanya mau memperlihatkan sisi goodlooking nya saja, padahal apa salahnya dilihatkan sedikit sisi buruknya, sisi kekurangnya kita juga mau menerima apa adanya jika kenyataanya itu, kenapa takut terlihat sisi wajah tidak sempurna nya


Fenomena yaa benar negeri negeriku ini memiliki sangat banyak fenomena, kadang fenomena yang tidal murni lebih mudah untuk diterima kebanyakan orang, sedangkan fenomena yang murni susah untuk diterima oleh beberapa orang. Bahkan banyak kejadian nyata aslinya , buktinya ditutup tutupin haha lucu memang negriku. Media konvensional menuju digitalisasi komunikasi dengan menggunakan berbagai kanal media sosial kekinian.
Media social harus di gunakan untuk literasi agar masyarakat Indonesia memahami politik dan memahami hak dan kewajibannya di bidang politik, bahkan digunakan oleh sebagian orang sebagai media propaganda dan provokasi untuk menekan lawak politik. Masalahnya, media informasi alternative seperti sosil media kebanyakan saat ini tidak selalu memberikan informasi yang benar. Penyebaran hoax yang semakin meningkat semenjak pemilu 2019 malahan semakin meningkat. Masalah berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan social. Ujar kebencian semakin meningkat. Sedikit pun lengah tentang ketahanan terjadilah perpecahan di negeri ini.
Freedom house menunjukan bahwa politik adalah serangkaian hak yang menjamin terselenggaranya system politik yang demokratis, termasuk hak untuk memastikan orang bergabung dengan partai politik dan organisasi, bersaing untuk jabatan public, dan memilih dengan bebas. Pemilihannya calon melalui pemilihan umum yang efektif dan pemilihannya wakil rakyat yang benar benar di yakini berdampak nyata terhadap kebijakan public dan bertanggung jawab kepada pemilih.
Tingkat korupsi meningkat di negeri ini, namun pelaku seperti tidak punya malu. Jalan meminta keringanan dengan atas dasar dirinya merasa tidak nyaman selama di sel atau dengan alas an lainnya. Bisa di bilang koruptor bukanlah manusia, tidak memiliki hati. Manusia tidak akan membuat manusia lainnya menderata, bisa dibilang tak beragama juga, agama mana pun tidak mengajarkan untuk memakan hak orang lain.
Dengan adanya banyak kejadian kejadin harapannya menjadi lebih baik sadar akan pentingnya kebersamaan satu sama lain sesama manusia. Bahwa manusia memiliki hak mendapatkan hal yang sama, tidak memandang si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh. Manusia tetap manusia dan berhak untuk hidup layak.

VIDEO PILIHAN