Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Penulis - Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Mencatat Sejarah dalam Buku Berjudul Mandalika

17 November 2021   20:16 Diperbarui: 17 November 2021   20:30 616 40 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokumentasi pribadi. Mandalika Tahun 2013.

Bagi Toprak Razgatlioglu, Mandalika mungkin akan menjadi tempat bersejarah. Pembalap World Super Bike asal Turki itu kini memimpin klasemen sementara dengan koleksi 531 poin dan unggul 30 poin dari rival sekaligus sang juara bertahan, Rea, di posisi kedua. Seri terakhir yang akan digelar pada 19 November nanti akan menjadi penentu apakah ia berhasil mengukir sejarah dengan menjadi juara World Super Bike untuk kali pertama.

Di sisi lain, tak bisa disangkal, terselenggaranya seri terakhir WSBK di Mandalika juga bagian dari sejarah. Terlebih tahun depan, secara resmi, pihak Moto GP sudah secara resmi menayangkan Mandalika sebagai salah satu sirkuit yang akan menandingkan pembalap-pembalap MotoGP. Hype Wonderful Indonesia di Mandalika itu sudah begitu terasa. Tak perlu lagi ke luar negeri untuk menonton Moto GP. Kini, Moto GP akan hadir di negara kita sendiri.

Sirkuit Mandalika. Sumber: Nusadaily
Sirkuit Mandalika. Sumber: Nusadaily

Tak pernah kubayangkan hal semacam itu terjadi tatkala kali pertama menginjakkan kaki di Lombok. Ya, 10 tahun silam, tepatnya Juni 2011, aku mendapatkan penempatan kerja pertama di Sumbawa, NTB. Transit via Lombok sebelum melanjutkan perjalanan kurang lebih 6 jam, menyeberangi selat Alas. 

Aku yang seperti tokoh utama dalam lagu Englishman in Newyork, seorang asing yang terdampar, melihat Ampenan (bandara Lombok waktu itu) dalam keterngangaan. Tak ada gedung-gedung bertingkat banyak di sekitarnya. Semua masih sepi. Yang kudengar, bila ingin berwisata, datanglah ke Senggigi, lanjut jalan ke Malimbu, ke pelabuhan lalu menyeberang ke Gili Trawangan.

Beberapa bulan kemudian, Oktober 2011, bandara baru diresmikan. Saat itu masih disebut Bandara Praya Lombok sebelum berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid. Diambil dari nama tokoh besar Lombok, pendiri Nahdhatul Wathan, yang kemudian diangkat statusnya menjadi Pahlawan Nasional pada November 2017 lalu.

Peralihan bandara tersebut adalah sebuah ide besar karena melahirkan multiplier effect bebarengan dengan dicetuskan agenda Visit Lombok-Sumbawa 2012. Sebuah kawasan wisata baru lahir dan berkembang dengan pesat. Kawasan itu yang kini dikenal sebagai Mandalika. Letaknya yang tidak jauh dari bandara menjadikannya primadona baru destinasi wisata di Lombok.

Pantai Selong Belanak. Dokumentasi Pribadi.
Pantai Selong Belanak. Dokumentasi Pribadi.

Pantai-pantai berpasir putih sehalus merica terhampar dengan garis pantai yang begitu panjang. Sebenarnya kawasan ini bernama Selong Belanak. Nama sebuah desa. Namun pada perkembangannya, karena ada pemisahan antar garis pantai, masing-masing diberi nama sendiri-sendiri. Beberapa yang terkenal seperti Pantai Selong Belanak itu sendiri, Pantai Mawun, Pantai Kuta Mandalika (untuk membedakannya dengan Kuta Bali), Pantai Seger, hingga Tanjung Aan.

Tanjung Aan. Dokumentasi pribadi 2019.
Tanjung Aan. Dokumentasi pribadi 2019.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Wisata Selengkapnya
Lihat Wisata Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan