Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Dua Sisi Mata Uang Merayakan Idul Fitri

24 Mei 2020   15:33 Diperbarui: 24 Mei 2020   15:29 49 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dua Sisi Mata Uang Merayakan Idul Fitri
Di Pantai Kencana, Sumbawa. Dokpri

Tahun 2014 adalah tahun yang membahagiakan buatku. Banyak pencapaian pribadi yang kuraih saat itu termasuk lulus tugas belajar DIV STAN. Berkat itu, akhirnya, aku bisa kembali ke Bintaro setelah 3 tahun lebih di Sumbawa.

Pada tahun itu pula, sekeluarga besarku, lima beradik, memutuskan lebaran di kampung nenek moyang, di Tambak, Banyumas. Tempat Bapakku dilahirkan. 

Saat itu perkuliahan baru akan dimulai September. Jadi, aku masih di Sumbawa dan mengikuti Idulfitri di sana untuk kali pertama. Tidak mudik dulu ke Palembang.

Aku baru tahu setelah salat id, banyak yang menyalakan petasan dengan ukuran besar. Bunyinya, pasti besar sekali.

Baru pada malam harinya, aku naik travel terakhir ke Lombok. Dan naik penerbangan paling pagi yang berangkat dari Praya ke Yogyakarta. Dari Yogyakarta, kami menyewa mobil, menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam ke Tambak, Banyumas.

Rombongan dari Palembang baru datang beberapa jam kemudian. Nostalgia tentang perjalanan demi perjalanan dari Sumatra ke Jawa saat aku masih kecil melintas di kepala.

Ya, Mbahku punya anak yang banyak. Empat anaknya merantau ke Sumatra Selatan. Termasuk Bapak. Dulu, waktu Mbah masih hidup, hampir setahun sekali kami akan konvoi jalan darat dari Sumatra. 

Perjalanan jauh itu selalu terasa seru dan menyenangkan sebab sebelum reformasi terutama, orang Sumatra memandang Pulau Jawa sebagai pusat peradaban, sesuatu yang lebih maju. Meski hal itu berubah setelah reformasi. Palembang kini sudah menjadi metropolitan baru.

Sialnya, Bapak juga mungkin bernostalgia. Setiap ke Jawa, ia akan mengajak kami melancong. Namun, tempatnya itu-itu saja. Pertama, Pantai Ayah/Lo Gending. Kedua, Goa Petruk. Ketiga, Jatijajar. Dan keempat, Baturraden. Pokoknya hanya di antara keempat tempat itu.

Hari pertama kami di Banyumas, kuliner menyambut makan malam kami. Bulik tentu saja menyiapkan pecek khasnya, mendoan, dan sate bebek. Tambak memang terkenal banget dengan sate bebeknya. Lembut.

Hari kedua, setelah berziarah, kami berjalan-jalan ke, untunglah, Pantai Cemara Sewu, yang letaknya nggak jauh dari Pantai Ayah. Ramai sekali orang berplesiran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN