Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Menjelajah Destinasi Wisata Religi di Palembang

25 Maret 2020   08:07 Diperbarui: 25 Maret 2020   08:15 93 17 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjelajah Destinasi Wisata Religi di Palembang
Sumber: Iqra.id

Dipahat di atas kayu trembesi, dengan ukuran 177 cm x 140 cm x 2,5 m, Al Quran itu terpampang. Bait Al Quran Al Akbar namanya. Setiap ayat dibuat dengan huruf timbul berwarna kuning keemasan. Total terdapat 630 halaman yang dibuat dari sekitar 40 meter kubik kayu, Alquran raksasa ini memesona siapa saja yang memandangnya.

Alquran raksasa ini mulai dibuat tahun 2002 dan selama 7 tahun, Kiagus Syofwatillah Mohzaib  membuatnya dengan begitu tekun. Ketika jadi, alquran raksasa ini diletakkan di ruang pameran Masjid Agung Palembang agar pengunjung dapat melihat dan memberikan koreksi. 

Barulah pada tahun 2012, Bait Al Quran Al Akbar ini dipublikasikan secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus, Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lrg Budiman, Kelurahan 36 Ilir, Palembang. Lokasinya tidak jauh dari Jembatan Musi II. Hanya sekitar 15 kilometer. 

Bait Al Quran Al Akbar bukanlah destinasi wisata religi satu-satunya di Kota Palembang. Kota yang lebih terkenal dengan panganan khasnya yang terbuat dari ikan, yakni pempek, memiliki destinasti wisata religi lain yang tak kalah menariknya, yang sayang bila dilewatkan jika sudah mengunjungi Kota Palembang.

Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang. | gomuslim.co.id
Masjid Agung Palembang. | gomuslim.co.id
Setiap daerah tentu saja punya masjid yang menjadi ikon. Palembang punya Masjid Agung yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi Pemerintah.

Masjid ini punya sejarah yang panjang karena peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada abad ke-18. Dulunya, masjid ini adalah sebuah masjid yang terbakar saat perang antara Belanda dengan masyarakat Palembang Darussalam pada tahun 1659 M. Dibangun kembali oleh Sang Sultan pada tahun 1738 dan baru selesai pada 26 Mei 1748.

Masjid ini memiliki ciri khas perpaduan tiga kebudayaan yaitu Indonesia, Eropa, dan Cina. Letaknya yang berada di pusat kota, dekat dengan air mancur dan Jembatan Ampera, menjadikannya sebagai titik nol perjalanan wisata Kota Palembang. Mulailah perjalananmu di Kota Palembang dari sini!

Kawah Tekurep

Kawah Tekurep. Sumber: Ananda Kemas
Kawah Tekurep. Sumber: Ananda Kemas
Palembang memang terkenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Namun, di Palembang juga berdiri Kesultanan Palembang Darussalam sebagai sebuah kerajaan Islam yang dipimpin oleh Sultan Abdurrahman (1659-1706).

Kawah Tekurep yang terletak di Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang ini merupakan komplek pemakaman Sultan Mahmud Badaruddin I. Keunikan dari Kawah Tekurep ini ada pada gaya arsitekturnya yang merupakan perpaduan dari gaya Melayu, India, dan Cina. Penamaan Kawah Tekurep itu sendiri disebabkan oleh bentuk atap bangunan makan yang seperti cungkup (kubah) terbalik berwarna hijau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN