Mohon tunggu...
Pringadi Abdi Surya
Pringadi Abdi Surya Mohon Tunggu... Pejalan kreatif

Lahir di Palembang. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Instagram @pringadisurya. Catatan pribadi http://catatanpringadi.com Instagramnya @pringadisurya dan Twitter @pringadi_as

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Puas-puas Main di Batu Sangkar dan Bukittinggi dengan PRIMA

24 Juli 2019   22:36 Diperbarui: 24 Juli 2019   22:42 0 4 0 Mohon Tunggu...
Puas-puas Main di Batu Sangkar dan Bukittinggi dengan PRIMA
Istano Basa. Dokpri.

Apa yang sangat penting ketika melakukan perjalanan wisata? Bagiku hanya 3. Pertama, ponsel. Kedua, sinyal. Ketiga, ATM.

Seperti yang kualami saat liburan kemarin. Sengaja kami sekeluarga berlibur ke Batusangkar untuk mengunjungi Istana Pagaruyung. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Bukittinggi melihat jam gadang dan Banto Royo, sebelum akhirnya kembali ke Solok, ke kampung istriku.

Aku punya kebiasaan tidak membawa uang tunai terlalu banyak. Biarpun hati-hati, tetap saja ada rasa was-was kalau dompet terlalu tebal. Jadi, yang penting, aku mengambil uang seperlunya setiap titik kutemukan jaringan ATM.

Perjalanan pertama kami mengunjungi Istana Pagaruyung di Batusangkar. Nama aslinya Istano Basa. Sebenarnya istana ini sudah terbaiar saat terjadi Perang Paderi pada 1804. Namun ia dibangun lagi dan terbakar lagi di tahun 1966. Pada tahun 1976, istana tersebut dibangun ulang. 

Replika tersebut bertahan hingga sekarang. Pembangunan tersebut dijadikan simbol kebangkitan kebanggaan rakyat Minang setelah terjadinya pemberontakan PRRI (salah satu versi sejarah mengatakan hal itu bukanlah pemberontakan).

Aku tak khawatir saat kami berjalan-jalan di Istano Basa. Sebabnya, sudah kutemukan jaringan ATM Prima di Batusangkar. Aku ambil uang secukupnya. Jadi, aku bisa dengan tenang berjajan ria meski hanya seputar es tebu murni, sate padang, dan berbagai panganan khas Minang di sana.

Setelah puas, kami pun beranjak ke Bukittinggi. Hujan deras mengguyur di perjalanan. Jalanan pun macet sedemikian parah. Memang kapok kalau libur lebaran jalan-jalan ke Bukittinggi.

Sialnya, kami tak merencanakan akan menginap di mana dan hanya serabutan mencari hotel. Semua penuh. Akhirnya dapat sebuah hotel sisa berkualitas alakadarnya. Dan alamakjang, di sana tidak bisa debet kartu. Terpaksa harus cari ATM lagi.

Jam Gadang di Bukittinggi. Dokpri
Jam Gadang di Bukittinggi. Dokpri
Untungnya lagi,di Bukittinggi jaringan ATM Prima banyak tersedia. Meski ya, karena itu, keesokan harinya, kalap belanja juga di Bukittinggi yang banyak menyediakan pakaian bordir berkualitas tinggi. Siangnya pun kami ke Banto Royo. Dulu Bonto Royo ini adalah sebuah rawa yang disupap sedemikian rupa menjadi tempat wisata keluarga. 

Berbagai wahana permainan anak tersedia. Jembatan pun dibangun di antara rawa yang sudah ditata sedemikian rupa. Letaknya yang berada diapit bukit memberikan nuansa tersendiri.

Banto Royo. Dokpri.
Banto Royo. Dokpri.
Sayang banget ada satu permainan yang batal dimainkan anak-anak. Flying Fox. Sebab sempat terjadi insiden keteledoran petugas yang melepas peserta terlalu cepat jeda dengan sebelumnya. Sehingga rem di ujung belum siap. Beruntung petugas sigap menahan anak tersebut. Melihatnya aku jadi nggak berani.

Tentu, sudah kusiapkan uang tunai untuk berpuas diri di Banto Royo untuk menikmati permainan lain yang tak kalah serunya.

Jaringan Prima memang luar biasa. Sudah bekerja sama dengan 80 di Indonesia. Tidak kurang dari 120.000 jaringan ATM yang juga sudah terkonet dengan internet maupun mobile banking tersedia. Luar biasa.

Jadi ingat zaman dahulu saat sering ikut mudik ke kampung halaman orang tua di Banyumas. Uang tunai harus disiapkan dari rumah. ATM sudah ada namun hanya di kota-kota saja. Betapa sulitnya.

Sekarang semua serba mudah. Dengan jaringan PRIMA, jadi makin mudah lagi. Sudah terhubung ke GPN pula. Plus mulai 1 Juli kemarin sudah kerja sama dengan OVO. Jadi kebayang kan nanti Top Up OVO di PRIMA juga. Nggak sabar balik ke Jakarta terus top up biar dapat diskon dan cashback menarik saat belanja deh.