Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menggunakan "Logika" Allah dalam Mengatasi Kecemasan dan Menghadapi Kesulitan Hidup

10 Juli 2021   18:56 Diperbarui: 10 Juli 2021   19:16 435
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketika menggunakan logika ini, ekpresi sewaktu mendapat kesulitan bukan putus asa (ilustrasi: Istock)

Menggunakan "Logika" Allah dalam Menghadapi Kesulitan

Sebagai manusia, kita selalu menganggap kesulitan menyebabkan penderitaan. Kesulitan yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari menjadi penyebab munculnya kecemasan dan kekhawatiran yang berujung pada rasa menderita. Inilah logika manusia.

Di satu sisi, Allah berfirman,

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS Ash-Sharh, 94: 5-6) .

Inilah "logika" Allah. Kalau kita menggunakan "logika" Allah ini, artinya kesulitan itu penyebab kemudahan. Ketika menggunakan logika ini, ekpresi sewaktu mendapat kesulitan bukan putus asa, tetapi harapan bahwa akan datang kemudahan. Semakin besar kesulitan yang kita hadapi maka semakin besar pula kemudahan yang akan kita dapatkan.

Orang yang menggunakan "logika" Allah merangkul kesulitan hidup dengan baik dengan harapan Allah berkenan memberikan kemudahan yang lebih besar.

Sama halnya dengan kesulitan hidup di saat pandemi seperti ini. Alih-alih menolak kenyataan dan terus mengkhawatirkan apa yang akan terjadi kelak, lebih baik kita fokus untuk memanfaatkan hari ini, saat ini juga, dengan segala potensi yang kita miliki. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kita untuk mensyukuri setiap berkah-Nya.

Mensyukuri Setiap Nikmat yang Kita Peroleh

Kapan terakhir kalinya kita bersyukur atas nikmat dan karunia Allah?

Mungkin saat menerima nikmat yang sangat besar, atau ketika terlepas dari ujian hidup yang begitu memberatkan. Padahal, nikmat Allah yang kita peroleh begitu banyaknya, tak terhitung jumlahnya.

Kurangnya rasa syukur atas segala nikmat yang sudah diberikan Allah pada kita bisa membuat diri kita cepat bosan dan ujung-ujungnya merasa stress atau menyalahkan keadaan.

Di dalam hidup ini kita harus mengerti bahwa bukan KEBAHAGIAAN yang membuat kita BERSYUKUR. Namun rasa SYUKURLAH yang akan membuat kita BAHAGIA.

Berprasangka Baik Terhadap Setiap Ketentuan Allah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun