Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Harap Tenang, Ada Ujian

1 April 2021   07:39 Diperbarui: 1 April 2021   07:42 64 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Harap Tenang, Ada Ujian
Membaca Al-Quran harus tartil (dok.pri)

Minggu ini aktivitas di TPQ sedikit sunyi. Tidak tampak anak-anak yang berlarian di halaman atau mengobrol di teras atau balkon lantai atas. Begitu datang mereka langsung masuk ke kelas masing-masing.

Minggu ini adalah minggu ujian. Semua santri tampak khusyuk dan tenang belajar, muroja'ah (mengulang bacaan) dan menghafal. Semua santri ingin naik tingkat, belajar lebih lanjut memperbaiki bacaan Al-Quran dan hafalannya.

"Minimal nilainya 80 baru boleh melanjutkan ke jilid berikutnya," kataku kepada anak-anak di kelas.

"Yah, kok tinggi banget sih, Ustadz?" protes anak-anak.

Memang harus tinggi. Standar bacaan Al-Quran tidak boleh dibuat main-main. Salah harokat dan penyebutan huruf saja sudah bisa mengubah makna. 

Membaca Al-Quran harus tartil, sesuai standar bacaannya seperti yang disepakati para ulama. Bacaan panjang 1 alif harus pas dibaca 1 alif, tidak boleh kurang atau lebih panjang. Huruf "'ain tidak boleh tertukar dengan huruf 'hamzah", huruf "sin" tidak boleh dibaca sama dengan huruf "syin".  

Allah Swt berfirman,

"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil." (QS. Al-Muzzammil: 4). 

Tartil menurut arti kata adalah perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai hukum tajwid. Membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadabburi maknanya. 

Rasulullah Saw membaca Al Quran dengan tartil, tidak lambat, tetapi juga tidak cepat. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Swt, dan beliau membaca satu per satu kalimat. Sehingga satu surah dibaca lebih lama daripada kalau dibaca biasa.

Rasulullah Saw bersabda bahwa orang yang membaca Al-Quran kelak akan diseru:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x