Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Brenda Ueland, Joker dan Penulis yang Di-Ghosting Kompasiana

19 Maret 2021   08:17 Diperbarui: 19 Maret 2021   08:26 193 19 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Brenda Ueland, Joker dan Penulis yang Di-Ghosting Kompasiana
Mari kita kecewakan Kompasiana yang sudah meng-ghosting penulisnya (ilustrasi diolah pribadi)

Brenda Ueland itu penulis top. Bukunya yang berjudul If You Want to Write: a Book about Art, Independence and Spirit, menjadi salah satu buku non fiksi paling populer. Filosofi menulisnya yang terdapat dalam buku tersebut bahkan memengaruhi sosok seperti Guy Kawasaki, mantan Chief Evangelist Apple.

Sementara Joker, tahu sendiri kan? Karakter fiksi musuh bebuyutan si Ksatria Kegelapan, Batman.

Secara langsung, dua tokoh dari dua dunia yang berbeda ini memang tidak ada hubungannya. Lha wong yang satu tokoh nyata, satunya hanya karakter rekaan.

Tapi, ada satu benang merah yang menghubungan keduanya. Benang merah itu terdapat dalam kutipan keduanya yang terkenal. Meskipun secara harfiah kata per kata tidak sama, namun dua kutipan ini memiliki makna dan tujuan yang sama.

Dalam sesi pelajaran menulisnya, Brenda memberi tahu siswa-siswanya, "Jika seseorang memberi tahu bahwa cerita yang kamu tulis itu tidak baik, maka tulislah 3 cerita lagi."

Maksud dari kutipan Brenda Ueland tersebut adalah agar kita mengabaikan kritik dan terus berkarya. Jangan putus asa sekalipun ada hasil karya kita yang tidak dihargai orang lain. Bahkan bila perlu, kita harus mengecewakan mereka yang pernah meremehkan hasil karya kita.

Di satu sisi, ada kutipan Joker yang sangat terkenal: "Sebagian orang ingin melihatmu gagal. Kecewakan mereka."

Inti dari kutipan itu hampir sama dengan kutipan dari Brenda Ueland. Jangan patah semangat, kecewakan mereka yang sudah meremehkan kita dan ingin melihat kita gagal.

Lantas, apa hubungan keduanya dengan penulis yang di-ghosting Kompasiana?

Sensor Kata Kunci Kompasiana yang Tidak Transparan

Seminggu belakangan ini, banyak Kompasianer senior menggunjingkan kebijakan Kompasiana yang dianggap keterlaluan. Beberapa artikel yang baru mereka tayangkan dihapus, atau dikarantina untuk sementara guna melihat apakah materi dari artikel itu menyehatkan atau tidak. Mengandung kata kunci yang disensor atau tidak. Layak tayang atau tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x