Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Meneladani Prinsip Khalifah Umar bin Khattab tentang Politik Dinasti

19 Juli 2020   23:45 Diperbarui: 21 Juli 2020   08:10 1159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagi Umar, kekeluargaan tidak berarti bahwa keadilan boleh dilangkahi dan diinjak-injak (ilustrasi diolah dari Canva)

Mentang-mentang Putra Amirul Mu'minin!

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab masuk ke rumah puteranya, Abdullah bin Umar. Saat itu, Abdullah bin Umar sedang makan daging sendirian.

Umar yang melihatnya langsung marah. Katanya pada Ibnu Umar,

"Mentang-mentang putra Amirul Mu'minin....., kamu makan daging, sedangkan orang lain berada dalam kesusahan!".....

Suatu hari pula, Khalifah Umar bin Khattab sedang blusukan di pasar untuk pemeriksaan. Di bagian pasar yang khusus menjual hewan ternak, terlihat oleh Khalifah Umar sekelompok unta yang gemuk, sementara unta-unta lainnya terlihat biasa saja.

Umar lalu bertanya pada seorang pengunjung pasar,
"Unta siapa ini (yang gemuk)?"
"Unta Abdullah bin Umar," jawab mereka.

Mendengar itu, meledaklah amarah Khalifah.
"Abdullah bin Umar? Putera Amirul mu'minin itu?"

Umar lalu mengirim utusan untuk mencari Abdullah bin Umar secepatnya. Ketika utusan itu menyampaikan kabar, Ibnu Umar pun datang dengan tergesa-gesa.

Setelah berdiri di depan Khalifah,  Abdullah bin Umar mendapati kedua mata ayahandanya melotot tajam dan marah ke arahnya. Sebelum putranya itu sempat mengucap sepatah kata pun, Khalifah Umar langsung bertanya,

"Benar unta-unta yang gemuk ini milikmu hai Abdullah?"

"Benar wahai Khalifah," jawab Abdullah bin Umar. Meski yang sedang bertanya itu ayahnya sendiri, Abdullah bin Umar memanggilnya Khalifah karena Umar datang ke pasar dalam rangka tugas kekhalifahannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun