Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

5 Fakta Virus Corona untuk Mereka yang Masih Keras Kepala

24 Maret 2020   08:34 Diperbarui: 24 Maret 2020   08:27 2291 26 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
5 Fakta Virus Corona untuk Mereka yang Masih Keras Kepala
Dalam situasi pandemi corona hari ini, jangan panik, tapi juga jangan meremehkan (axios.com/Sarah Grillo)

Sekalipun sudah dihimbau dan diminta untuk tidak beraktivitas di luar, masih banyak masyarakat yang tidak mematuhinya. Terutama anak-anak mudanya.

Saya tidak menyalahkan mereka yang tidak bisa bekerja dari rumah, karena memang pekerjaan mereka hanya bisa dilakukan di kantor atau pabrik. Saya juga tidak menyalahkan orang-orang yang harus mencari nafkah dengan berjualan di pinggir jalan, karena itu satu-satunya jalan dan harapan mereka untuk tetap bisa mencari nafkah.

Yang sangat saya sesalkan adalah, banyak anak-anak muda yang menganggap remeh pandemi covid-19 ini. Banyak anak-anak muda yang keras kepala dan tidak mempedulikan keselamatan diri maupun keselamatan orang lain dengan tetap berkeliaran di luar rumah.

Selain anak-anak muda seperti itu, ada juga generasi tua yang kolot dan keras kepala. Dengan berlindung di balik alasan syariat agama, mereka tidak mengindahkan fatwa ulama dan pemuka agama.

Sementara di saat yang sama di rumah sakit-rumah sakit, para dokter, perawat dan tenaga medis lain berjuang mempertaruhkan nyawa dengan risiko tertular penyakit covid-19 demi merawat dan mengobati orang-orang yang terinfeksi virus corona. Yang faktor penularannya mungkin salah satunya berasal dari mereka.

Padahal, mereka yang keras kepala ini juga memainkan peran penting untuk menjaga diri mereka sendiri dan komunitas mereka tetap aman dari risiko terinfeksi virus corona.

5 Fakta Virus Corona untuk Mereka yang Masih Keras Kepala

Jika berbagai himbauan, ajakan maupun nasehat baik-baik belum mampu menyadarkan mereka, mungkin 5 fakta virus corona ini dapat membuat mereka yang masih keras kepala segera sadar. Setidaknya untuk menjaga jarak sosial dan tidak berkelompok serta menghindari kerumunan massa.

1. Tingkat infeksi virus corona meningkat secara eksponensial

Banyak yang menganggap virus corona tidak mematikan. Memang, dibandingkan wabah penyakit SARS, virus corona tidak punya daya serang yang mematikan. Tapi, virus ini memiliki daya sebar dan daya penularan yang jauh lebih menakutkan.

WHO memperkirakan tingkat infeksi untuk virus corona baru adalah antara 2 dan 2,5, yang berarti bahwa setiap orang yang sakit akan menginfeksi dua atau tiga orang lagi. Pada kecepatan itu, jumlah orang yang terinfeksi virus corona akan berlipat ganda setiap enam hari.

Peningkatan secara eksponensial ini membuat ahli epidemiologi memprediksi bahwa 40% hingga 70% dari populasi dapat tertular virus jika langkah-langkah jarak sosial yang ekstrim tidak diambil.

2. Virus ini dapat hidup di permukaan benda hingga tiga hari

Salah satu penyebab virus ini memiliki daya sebar yang cepat dan luas adalah kemampuannya untuk hidup di permukaan. Dalam sebuah percobaan, para ilmuwan menciptakan aerosol yang berisi virus corona baru untuk meniru bagaimana virus itu akan disebarkan oleh bersin, batuk, atau napas. Kemudian, mereka menyemprotkan aerosol tersebut ke permukaan yang berbeda untuk melihat berapa lama virus bisa bertahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x