Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis

Penulis Konten | himam.id | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Ini Sebabnya Asisten Virtual Cenderung Feminin

21 Januari 2020   11:40 Diperbarui: 22 Januari 2020   13:59 338 5 0 Mohon Tunggu...
Ini Sebabnya Asisten Virtual Cenderung Feminin
ilustrasi virtual assistant (sumber gambar: independent.co.uk)

Bisa dibilang, bentuk AI yang paling banyak digunakan saat ini adalah Digital Voice Agents (DVA). Di Amerika Serikat sendiri, diperkirakan lebih dari separuh warganya menggunakan DVA, terutama melalui smartphone, komputer pribadi dan speaker rumah (Pew Research Center, 2017).

Apa itu DVA? Seperti namanya, DVA adalah agen digital/asisten virtual yang ditugaskan untuk membantu manusia melalui perintah suara. 

DVA hanya salah satu bentuk penggunaan dari agen/asisten virtual. Karena sebagaimana kecerdasan buatan lainnya, si asisten digital ini juga memahami instruksi melalui pesan teks.

Mengenal 4 Asisten Virtual yang Paling Populer

Sekalipun banyak perusahaan mulai menciptakan asisten digital untuk membantu pelanggan, hanya ada 4 asisten virtual/DVA terkemuka dan paling banyak digunakan. Mereka adalah Siri Apple, Microsoft Cortana, Amazon Alexa, dan Google Asistant.

Siri, DVA pertama yang dipasarkan secara massal dan asisten virtual yang paling banyak digunakan saat ini, telah tersedia di iPhone sejak 2011. Selama hampir satu dekade, pengguna iPhone telah terbiasa dengan banyak tanggapan yang membantu hanya dengan mengatakan "Hei, Siri."

Saat menjawab, yang terdengar adalah suara wanita dewasa. Begitu pula dengan ketiga DVA populer lainnya. Nama mereka juga terkesan feminin, kecuali Google Asistant. Siri, Cortana dan Alexa adalah jenis nama yang tidak banyak digunakan kaum laki-laki.

Di situs resminya, Apple sering merujuk Siri dengan namanya saja. Meskipun kadang-kadang menyebut Siri sebagai "it", dan tidak pernah sebagai "he" atau "she". 

Apple sepertinya ingin menunjukkan bahwa Siri tidak terkait dengan bias gender tertentu, sebagaimana yang ditanamkan Google pada Google Asistant.

Ketika saya "mewawancarai" Google Assistant, ia menolak disebut wanita, meski jelas-jelas suara yang keluar adalah suara wanita dewasa. Asisten Google ini mengatakan ia bukan entitas yang dibatasi binari gender

Berbeda dengan ketiga kawannya, Google Assistant dengan gaya bercanda kerap menyodorkan nama-nama pria jika ditanya siapa nama aslinya.

hasil percakapan dengan Google Assistant (dokpri)
hasil percakapan dengan Google Assistant (dokpri)
Sementara itu, Cortana lebih beresonansi sebagai nama perempuan karena akhiran "a" (tipikal nama perempuan dan laki-laki), dan memang Microsoft sendiri menyebut Cortana sebagai "she" di baris pembuka halaman "What is Cortana?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x