Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Pengalaman Menjadi Pembicara Seminar Nasional

11 Desember 2019   13:28 Diperbarui: 11 Desember 2019   13:26 326
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penulis saat menjadi pembicara di Seminar Nasional Marketing Fair Politeknik Negeri Malang (dokpri)

Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di sepanjang jalur perjalanan hidup kita. Di saat situasi berjalan di luar rencana, kebanyakan kita menjadi panik, karena tidak mengira dan tidak memiliki rencana darurat.

Suatu ketika, saya pernah panik karena saat mengisi materi listrik di kelas pelatihan padam. Padahal acaranya baru berlangsung 30 menit dari yang seharusnya 2 jam. Lima menit menunggu, listrik belum juga menyala.

Seandainya kalian di posisi saya, apa yang harus saya lakukan? Membubarkan kelas jelas tidak mungkin.

Dalam kondisi panik karena tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan, saya berusaha untuk mengingat-ingat beberapa kisah inspiratif. Akhirnya sambil menunggu listrik menyala, saya lalu mendongeng. Bukan sembarang dongeng, melainkan cerita-cerita inspiratif dari kisah hidup tokoh-tokoh dunia yang sesuai dengan latar belakang peserta pelatihan.

Dari pengalaman itu saya menyadari pentingnya rencana darurat atau contingency plan. Akhirnya, dalam kelas-kelas pelatihan berikutnya, saya mempersiapkan daftar rencana darurat seperti ini:

Rencana darurat untuk menyampaikan presentasi

Risiko potensial: Listrik padam, proyektor atau komputer tidak berfungsi.

Siapa yang akan terpengaruh: Saya

Tindakan: Tulis garis besar dan poin utama di papan tulis saat saya presentasi

Siapa yang akan mengambil tindakan: Saya

Persiapan: Catatan di notes, 3 spidol berwarna, handout/modul yang dicetak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun