Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Jangan Tanya Resep Obat pada Google, Tanyakan Pada Apoteker

13 November 2019   22:03 Diperbarui: 13 November 2019   22:03 232
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi obat-obatan (sumber gambar: diolah dari canva.com)

Saya lalu menjelaskan tanda-tanda gatal yang saya alami.

"Ada fotonya gak pak? Biar lebih jelas seperti apa jamur kulitnya," pinta Mbak apotekernya.

Waduh, mana terpikir saya untuk memotret kulit leher bagian belakang? Saya menggelengkan kepala dan menjawab tidak ada.

"Coba diobati pakai Desoximetasone ya, mungkin cocok." Kemudian Mbak Apoteker tersebut masuk ke dalam untuk mengambil salep kulit yang dimaksud.

Ternyata, salep yang disarankan apoteker tersebut sangat manjur! Tidak sampai 2 minggu gatal-gatal di leher saya sembuh dan sebarannya juga hilang.

***

Dalam kaidah pemasaran digital, perjalanan untuk mendapatkan sesuatu secara online (dari informasi/berita hingga produk barang/jasa) digambarkan dalam sebuah formula: Think, Search, Find, Click, Engage, Buy.

Think adalah saat-saat ketika kita mengalami micro moment atau momentum ketika kita mengalami masalah atau membutuhkan sesuatu. Untuk memecahkan masalah atau mencari solusinya, kebanyakan kita lalu mencarinya di Google atau media sosial (Search). 

Kemudian setelah menemukan (Find) informasi yang dicari, kita meng-Click tautan informasi tersebut, lalu terlibat (Engange) dan diakhiri dengan membeli (Buy) atau mengambil tindakan tertentu sesuai dengan apa yang didapatkan di internet.

Masyarakat Indonesia Lebih Suka Tanya Obat ke Google

Di era digital ini, apa yang saya lakukan seperti seperti di atas kemungkinan besar juga dilakukan kebanyakan masyarakat Indonesia: Tanya segalanya ke Google, termasuk untuk mendapatkan resep obat.

Saat sakit, kita cenderung lebih suka mencari informasi mengenai obat di internet daripada bertanya langsung ke ahlinya, tenaga kesehatan termasuk ke apoteker. Dalam konferensi Kolaborasi Merck dan IAI di Jakarta (15/10), Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Nurul Falah Eddy Pariang mengungkapkan fenomena tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun