Himam Miladi
Himam Miladi Penulis

Freelance Content Writer| Blogger | Editor | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sudah Siapkah Pendukung Jokowi Seandainya Kalah Pemilu?

12 Januari 2019   12:00 Diperbarui: 12 Januari 2019   12:13 660 17 8

Hampir semua lembaga survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul atas pasangan Prabowo-Sandi dalam polling yang mereka sebar. Bahkan dalam hasil survei terbaru dari LSI, 58 persen pendukung Jokowi yakin akan menang telak.

Rilis dari lembaga survei ternyata berbeda jauh dengan beberapa polling yang dilakukan di media sosial. Semua polling yang dilakukan di media sosial menempatkan pasangan Prabowo-Sandi sebagai pemenang.

Dalam polling yang dilakukan Mata Najwa misalnya, pasangan Prabowo-Sandi unggul di platform Facebook dan Instagram. Begitu pula dengan hasil polling yang dilakukan situs berita Kumparan. Prabowo-Sandi unggul tipis atas Jokowi-Ma'ruf.

Meskipun hasil dari lembaga survei dinilai lebih valid dan kredibel karena sudah melalui metode keilmuan statistik, bukan berarti angka-angka itu sudah final. Kita tentunya masih ingat betapa lembaga survei dipermalukan ketika prediksi mereka salah total saat Pilkada DKI Jakarta. Mayoritas lembaga survei menyatakan pasangan Ahok-Djarot akan menang. Tapi faktanya Anies-Sandi yang terpilih menjadi Gubernur-Wakil Gubernur.

Hasil polling di media sosial memang tidak sekredibel rilis dari lembaga survei. Faktor bot atau akun palsu menjadi penyebab utama polling di media sosial tidak bisa dipercaya. Tapi, bukan berarti kita lantas membuangnya begitu saja. Namanya juga prediksi, segala sesuatu masih bisa terjadi.

Bersandarkan pada hasil polling di lembaga survei, pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf pantas berbesar hati. Bayang-bayang kemenangan seolah sudah tampak di depan mata. Sikap percaya diri mereka begitu tinggi, seolah hanya tinggal menunggu pengesahan dari KPU saja.

Faktor Jokowi memang masih dominan dalam mengatrol dan menjaga tingkat elektabilitas pasangan calon nomor 01 ini. Dulu, ada ungkapan Jokowi disandingkan dengan sandal jepit sekalipun tetap akan menang. Terkesan jumawa, tapi faktanya memang begitu.

K.H Ma'ruf Amin, yang dipilih mendampingi Jokowi dengan alasan untuk meraih simpati dan suara umat Islam justru nyaris tidak bisa berbuat banyak. Seandainya diadakan survei internal di kalangan pemilih pasangan 01, apakah mereka memilih karena faktor Jokowi atau K.H Ma'ruf Amin, saya yakin sebagian besar karena faktor Jokowi.

Meski sudah diunggulkan berbagai kalangan, diuntungkan dengan berbagai fasilitas yang melekat pada kubu petahana, pendukung Jokowi masih harus waspada. Yang lebih penting, mereka juga harus menyiapkan mental baja.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Begitu pula dengan berbagai hasil survei politik yang hingga saat ini masih memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Masih ada waktu sekitar tiga bulan lagi bagi pasangan Prabowo-Sandi untuk bisa membalikkan keadaan.

Seandainya itu menjadi kenyataan, siapkah pendukung Jokowi menerima kekalahan?

Pendukung Prabowo sudah pernah membuktikannya. Meski masih belum bisa "ikhlas" Prabowo kalah, mereka tidak membuat gara-gara. Mereka hanya ramai di dunia maya. Mengkritik keras, meski harus diakui ada pula sebagian kecil yang memproduksi hoaks.

 Lantas, bagaimana sikap pendukung Jokowi nanti?

Rasa percaya diri yang berlebihan kadang bisa menjadi bumerang. Dengan meyakini kemenangan sudah tampak di depan mata, pendukung Jokowi bisa jadi akan lebih sulit menerima kenyataan seandainya dalam pilpres 17 April 2019 mendatang pasangan capres/cawapres yang didukungnya kalah.

Tentunya kita berharap mereka tidak akan meluapkan kekecewaan dan kekalahan yang diderita dengan bertindak anarkis. Sebagaimana yang dilakukan pendukung Prabowo paska pilpres 2014, seandainya Jokowi kalah mereka bisa menjadi oposisi yang elegan. Ramai mengkritik kinerja pemimpin yang terpilih, di dunia maya atau di media massa.